News Room, Jumat ( 10/10 ) Berbagai bentuk pelatihan untuk mencetak tenaga kerja mandiri dilaksaakan Dinas Tenaga Kerja dan Tansmigrasi Kabupaten Sumenep. Hal tersebut dilakukan untuk menjawab berbagai persoalan terkait dengan persoalan tenaga kerja mandiri yang belum memadai. Seperti halnya, dengan banyaknya tenaga kerja Indonesia, yang terpaksa harus dideportasi dari negara tempat bekerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Sustono, MM, M.Si menjelaskan, berbagai pelatihan dalam upaya mendidik tenaga kerja mandiri di tahun 2014 ini cukup banyak, baik yang dilaksanakan dinasnya, kerjasama dengan instansi terkait maupun program dari Propinsi Jawa Timur dan pusat. “Tahun ini ada banyak program pelatihan, seperti pelatihan memasak aneka usaha makanan, jambu mente, serta pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan realitas yang ada di masyarakat,”ungkapnya. Beberapa pelatihan lainnya, sepeti halnya pelatihan mesin jahit, bordil, percetakan offset, pembuatan minyak kelapa, anyaman bambu dan sebagainya. Bahkan, pihaknya juga berkerjasama dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) untuk melaksanakan pelatihan produk olahan pangan hasil pertanian dan perkebunan. Untuk itu, pihaknya juga melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Pertanian Tanaman Pangan, serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep. Bahkan, saat ini dalam uji coba tanaman tebu di Sumenep, akan melakukan study banding ke Tulung Agung dalam rangka kegiatan tanam tebu 200.000 hektar melalui dana APBN. “Ini merupakan program swasembada gula dalam rangka mengantisipasi impor gula dari luar, akibat terbatasnya lahan tebu di pulau Jawa,”tambahnya. Karena itu, peluang tersebut harus dilaksanakan dengan baik, dan tentunya ada keterlibatan Satker terkait. Bagaimana dari Disnakertrans menciptakan sumberdaya manusianya, dan dari Satker lainnya sesuai kapasitas masing-masing. Bisa juga dari Koperasi dan UKM, Disperindag dan seterusnya. ( Ren, Esha )