Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-10-2013
  • 312 Kali

Gelar Lomba Produk Souvenir Dan Desain Batik 2013

News Room, Senin ( 28/10 ) Batik telah diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh Unesco pada tahun 2009 lalu. Bahkan, bukan hanya masyarakat biasa yang memakai batik, tapi juga sampai para kepala negara di dunia. Karena itu, kita tidak hanya sekedar bangga semata, namun harus dijadikan sebagai peluang untuk menjadikan batik sebagai sesuatu yang bernilai guna, untuk menopang perekonomian masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si, pada kegiatan ”Lomba Produk Souvenir dan Lomba Desain Batik 2013, yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke 744 Kabupaten Sumenep, Minggu (27/10). Dijelaskan, industri perbatikan Indonesia menyumbangkan Rp. 3 trilyun setiap tahunnya, dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 7 juta orang, baik langsung maupun tidak langsung. Ini tentu saja merupakan peluang bagus yang harus terus dikembangkan, berbarengan juga dengan produk souvenir. Apalagi, setiap tahun jumlah wisatawan ke Kabupaten Sumenep terus menunjukkan kenaikan yang signifikan. Yakni, jika pada tahun 2011 ada 249.328 orang, maka pada tahun 2012 meningkat menjadi 993.275 orang. Dan untuk tahun 2013, sampai bulan September telah mencapai 673.236 orang. “Sudah sepantasnya Kabupaten Sumenep memanfaatkan semua itu untuk meningkatkan daya kreatifitas pariwisata dalam bentuk kreasi batik dan pembuatan souvenir yang sesuai dengan kekhasan Kabupaten Sumenep,”ujarnya. Misalnya saja, bisa dimulai di tempat-tempat wisata di Kabupaten Sumenep. Melalui moment itu diharapkan menumbuh kembangkan kreatifitas para kaum muda kita, baik terhadap batik maupun souvenir. “Semua itu memang penuh tantangan, butuh waktu dan butuh dukungan banyak pihak. Kreatifitas tidak datang dengan sendirinya, tapi butuh dilatih dan diasah secara terus menerus,”tambahnya. Bahkan, dalam kesempatan tersebut Bupati mencontohkan, di daerah Semarang ada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dalam sehari-harinya sangat ditekankan belajar membatik. Mereka yang semuanya berkebutuhan khusus, mendapatkan bimbingan membatik, khususnya dalam menciptakan motif dan desain sesuai dengan karakter lokal, sehingga karya-karya istimewanya merambah ke berbagai daerah di nusantara. bahkan, ada beberapa wisatawan dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan berbagai negara di Eropa telah membeli karya-karya mereka. ( Ren, Esha )