Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-04-2005
  • 769 Kali

GOA TEMPAT PENGGALIAN BATU BATA PUTIH AMBRUK

Pragaan-Infokom News Room : Sekitar pukul 17.00 WIB pada hari Minggu (10/04) kemarin, Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM yang didampingi Kepala Dinas terkait dan Muspika Kecamatan Pragaan mendatangi dan meninjau lokasi terjadinya runtuhan goa ambruk pada lokasi penggalian batu bata putih, yang berlokasi di Dusun Tengginah Desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan. Sedangkan terjadinya runtuhan goa yang ambruk tersebut sekitar pukul 07.30 WIB pada hari Minggu tanggal 10 April 2005, dengan luas runtuhan sekitar 6.000 M2 dengan kedalaman sekitar 5 hingga 6 m, dan menelan korban sebanyak 5 orang penggali batu bata putih diantaranya : 1. Sarbini (27) warga Desa Sentol Laok, 2. Wahdi (25) warga Desa Pragaan Laok, 3. Fauzi (45) warga Desa Paragaan Laok, 4. Malik (45) warga Desa Pragaan Laok dan Marbu’ie (55) warga Desa Larangan Perreng. Dari ke 5 korban tersebut 4 orang berhasil di evakuasi dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pragaan serta 1 orang lainnya atas nama Marbu’ie hingga kini masih belum diketahui nasibnya, karena tertimbun dalam reruntuhan. Evakuasi penyelamatan terhadap 1 orang yang masih tertimbun sulit dilakukan karena kondisi lokasi sangat membahayakan. Menurut Camat Pragaan, H. Achmad Sadik, S.Sos, dalam mengatasi musibah tersebut telah diadakan langkah-langkah, diantaranya melakukan koordinasi dengan Muspika, Kepala Dinas Instansi terkait, baik tingkat Kabupaten maupun Tingkat Kecamatan serta pihak Desa dengan membentuk posko di lokasi kejadian, menyiapkan tim medis serta melakukan pemasangan Police Line (garis batas Polisi) oleh pihak kepolisian karena disekitar lokasi kejadian tersebut sangat berbahaya. Diakui pula walaupun aktivitas penambangan batu bata putih dinilai ilegal, namun Pemerintah Daerah tidak dapat berbuat banyak, sebab aktivitas masyarakat menambang batu bata putih itu sudah dimulai sejak tahun 70-an. Bahkan keadaan penggalian itu mencapai 35 meter kedalamnya dan panjangnya sudah mencapai puluhan kilo meter, dan bahkan menurut pengakuan seorang warga, didalam bumi itu seakan-akan seperti tanah lapang. Sementara itu dilokasi kejadian Kepala Desa Sentol Laok, H. Moh. Hasyim menerangkan, pihaknya sudah memperingatkan warga untuk menghentikan aktivitas penambangan batu bata putih, sebab kondisi lokasinya sangat parah. Dijelaskan pula, sebelum peristiwa itu terjadi tanah longsor, pihaknya mempertemukan warga untuk menghentikan aktivitasnya, namun Hasyim mengaku usahanya itu sia-sia, sebab dalam pertemuan itu tidak satu pun warga yang aktivitasnya sebagai penambang itu tidak menghadiri acara tersebut. ( JuP-35, Yasik, Esha, Diek )