Sumenep-Kominfo News Room : Partai Golongan Karya khawatir dengan kecenderungan merosotnya citra kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla seperti tertangkap dari hasil temuan Lembaga Survei Indonesia. Sebagai salah satu partai utama pendukung pemerintah, kemerosotan citra kepemimpinan dikhawatirkan akan berimbas pada makin merosotnya citra dan kepercayaan masyarakat kepada Partai Golkar yang diketuai Jusuf Kalla. "Kita harus mencari cara bagaimana mendongkrak ini (kemerosotan) kembali," ujar Ketua DPP Partai Golkar Muladi memberi pengantar dalam rapat konsultasi nasional Partai Golkar di Yogyakarta, Sabtu (14/4). Menurut Muladi yang juga menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), kemerosotan citra pemerintah di mata rakyat akan menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam rapat konsultasi. Karena begitu strategis dan mungkin sensitif lantaran membicarakan Presiden Yudhoyono, seluruh acara rapat berlangsung tertutup. Dalam kepemimpinan Jusuf Kalla, rapat informal di luar ketentuan dalam anggaran dasar dan rumah tangga di Yogyakarta merupakan rapat kedua. Rapat pertama bernama silaturahmi nasional digelar di Cipanas, Jawa Barat, September 2006. Di Cipanas, meskipun rapat berlangsung tertutup, saat pembukaan oleh Jusuf Kalla yang memaparkan situasi nasional dan posisi partai terhadap situasi itu berlangsung terbuka. Saat itu, tidak banyak isu strategis yang dibahas kecuali masalah konvensi calon presiden 2009. Di Yogyakarta, rapat yang digelar mendadak di tengah isu merosotnya kepercayaan masyarakat kepada kepemimpinan nasional dan Partai Golkar serta isu reshuffle (perombakan) kabinet yang kembali menguat kebutuhannya, dilaksanakan tertutup sejak awal. Agenda Sabtu pagi hingga siang adalah mendengarkan pengarahan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, pengarahan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, dan pengarahan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh. Usai pengarahan, akan ada dialog dan tanya jawab seputar sejumlah isu yang dikemukakan. Namun, karena dialog dan pembahasan merupakan bagian dari isu strategis, acara berlangsung tertutup. (KCM,Esha )