Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-09-2009
  • 522 Kali

Golkar Sumenep Tolak Bersatu Fraksi Dengan Hanura

News Room, Jum’at ( 04/09 ) Keinginan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk menempatkan kadernya dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumenep, pada Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat harus kandas. Karena DPD Partai Golkar menyatakan menolak bersatu fraksi dengan Hanura. Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumenep, AF. Hari Pontoh, SH mengatakan, keputusan itu merupakan kesepakatan dalam rapat yang digelar pada hari Kamis (03/09) kemarin. Namun, dalam rapat tersebut memang belum ada keputusan yang pasti. “Karena persoalan itu menuai perdebatan yang cukup lama di internal pengurus, akhirnya Partai Golkar memutuskan untuk memanding persoalan itu. Kami bukan sepenuhnya menyatakan menolak, tapi memanding hingga batas waktu yang tidak ditentukan,”terang Pontoh, pada wartawan dikantor DPRD Sumenep, Jum’at (04/09). Sementara, Sekretaris DPD Partai Hanura Sumenep, Hery Effendi mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar, karena masih akan memberikan laporan terlebih dahulu kepada DPD Jawa Timur Partai Hanura. “Kami memang diharuskan melaporkan kondisi terakhir Partai Hanura di Sumenep, termasuk persoalan yang melanda Partai Hanura di DPRD Sumenep,”terangnya. Ia menjelaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memenuhi panggilan DPD Jatim Partai Hanura, guna melaporkan kondisi tersebut. “Untuk sementara, persoalan yang membelit Partai Hanura Sumenep hanya menyangkut fraksi di DPRD,”ungkapnya. Dalam rapat Paripurna DPRD Sumenep tentang Pembentukan Susunan Keanggotaan Fraksi kemarin, 3 dari 50 anggota DPRD tidak masuk sebagai anggota di 8 fraksi. Tiga anggota DPRD yang tidak tercatat sebagai anggota Fraksi itu berasal dari Partai Hanura, yakni Sjamsul Maarif, H. Husni Thamrin, dan Hery Effendy. Sementara itu 47 anggota DPRD dari 10 partai politik lainnya tercatat sebagai anggota Fraksi. ( Nita, Esha )