Media Center, Senin ( 29/01 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, guru jangan
hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan yang lebih penting
transfer kepribadian, perilaku dan nilai-nilai kepada siswa. Itu
dilakukan, karena sejatinya guru tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan
saja, namun juga mendidik agar siswa-siswinya menjadi anak yang berilmu
dan berahlak.
“Tentu guru bukan hanya mengedepankan pengetahuan
rasional saja, namun juga pendidikan yang berbasis pada hati nurani.
oleh karena itu, jadilah pendidik yang punya hati nurani, dan menjadi
teladan bagi anak didiknya,” kata Bupati pada Peringatan Hari Ulang Tahun
Ke 72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional
2018, Senin (29/01) di Gedung KORPRI Sumenep.
Ia menyatakan, dalam
beberapa tahun terakhir, prestasi pendidikan Kabupaten Sumenep patut
diapresiasi, karena pada tahun 2011, indeks pendidikan hanya 0,46 poin,
dan tahun 2016 meningkat menjadi 0,52 poin.
Begitu pula rata-rata
lama sekolah meningkat, dari 4,21 poin, tahun 2011 menjadi 5,08 poin, di
tahun 2016. Sedangkan harapan lama sekolah juga meningkat dari 11,59
poin tahun 2011, menjadi 12,73 poin di tahun 2016.
“Demikian pula,
Pemerintah Daerah telah berhasil mengentaskan 60 persen buta aksara di
Kabupaten Sumenep. Dari 134.540 orang menjadi 57.925 orang, tentu saja
keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras dan kontribusi stakeholder
pendidikan di Sumenep,” tegasnya.
Bupati mengungkapkan, guru harus
menyalakan api semangat anak didik untuk berinovasi dan berkreasi,
sehingga pendidikan harus menjadi sarana terbaik untuk maju.
“Sebagaimana pepatah cina mengatakan, berikan seseorang seekor ikan,
agar ia bisa makan hari ini, ajarkan ia memancing ikan, agar ia bisa
makan setiap hari,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )