Sumenep-Kominfo News Room : Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN Sapeken III Sadulang Besar sejak tanggal 13 Desember lalu terhenti, karena tenaga pendidik sekolah yang bersangkutan meliburkan semua siswanya sebagai bentuk aksi protes terhadap Kepala Sekolah yang tidak pernah bertugas dan sekolah itu tidak ada dana operasional. Menyikapi persoalan itu, akhirnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si angkat bicara. Menurutnya, pihaknya sudah memanggil Kepala UPTD Pendidikan setempat, dan berdasarkan konfirmasi itu, masalah yang muncul di SDN Sapeken III hanya karena masalah pribadi antara oknum guru dengan Kepala Sekolah, sehingga tidak benar berhentinya KBM itu akibat tidak adanya dana operasional sekolah. Persoalan SDN Sapeken III memuncak pada pertengahan bulan ini, dimana ketika Kepala Sekolah sedang mengikuti KTSP, oknum guru yang besitegang dengan Kepala Sekolah memanfaatkan moment itu untuk menghentikan KBM. H. Moh. Rais menuturkan, pihaknya saat ini telah memerintahkan Kepala Sekolah untuk kembali ketempat tugas dan memulai KBM seperti biasa, bahkan pihaknya meminta keterangan secara tertulis tentang kronologis berhentinya KBM yang terkesean penutupan secara paksa oleh guru SDN Sapeken III. ( Yasik, Esha )