News Room, Selasa ( 19/05 ) Agenda utama dari kunjungan GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, Solo, dan seratus abdi dalemnya ke Sumenep, Senin sore (18/05), ialah nyekar di pasarean para Raja Sumenep, di Asta Tinggi.
Oleh karena itu, usai mengunjungi pendopo keraton Sumenep dan beramah tamah dengan Bupati, Selasa pagi (19/05), Gusti Moeng langsung bertolak ke area Asta di Desa Kebunagung.
“Ya, agenda utamanya memang ke Asta Raja di Sumenep. Sebelumnya kita sudah ziarah ke Asta Raja di Bangkalan,”kata Kangjeng Win, Sekretaris Keraton Kasunanan Surakarta, Solo, pada News Room.
Rombongan Gusti Moeng tiba di Asta Tinggi sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Di Asta, Gusti Moeng diterima oleh perwakilan keluarga Keraton Sumenep, yaitu RB. Roeska Pandji Adinda, S.Pd, RB. Deny Fahrurrazi Suryoningprang, dan RB. Moh. Farhan Muzammily.
Rombongan salah satu putri dari almarhum Raja Keraton Solo Paku Buwono XII itu langsung diantar menuju Asta Raja, atau tepatnya kubah Panembahan Sumolo Asiruddin (Natakusuma I).
Setelah melakukan ritual dzikir, Gusti Moeng dengan diikuti oleh saudara-saudaranya bersimpuh sambil lalu mencium batu nisan Panembahan Sumolo. Lalu setelah itu melakukan hal yang sama di pasarean Sultan Abdurrahman Pakunataningrat.
Selepas dari Asta Raja, Gusti Moeng dan rombongannya menuju pasarean sesepuh para Raja, yaitu di kompleks Asta lama, yaitu ke kubah Bindara Saut dan Ratu Tirtonegoro, kubah Pangeran Panji Pulang Jiwa, dan kubah Pangeran Jimat.
“Harus diakui, keluarga Raja Sumenep masih kerabat dekat dengan keraton Solo,”kata Gusti Moeng, usai ziarah, sebelum langsung bertolak menuju asta Raja di Pamekasan.
Gusti Moeng juga berharap untuk selanjutnya ada hubungan komunikasi yang intens antara pihak keluarga Keraton Sumenep dan Solo.
Ia juga mengatakan jika pihak Solo akan menerima dengan tangan terbuka jika nantinya ada kunjungan dari Sumenep ke Solo.
“Karena kita masih satu leluhur. Jadi memang perlu terus terjalin komunikasi,”tambahnya.
Sementara Ketua Asta Tinggi, RB. Roeska Pandji Adinda, S.Pd, sangat mengapresiasi kedatangan keluarga keraton Solo ke Sumenep.
Ia berharap agenda tersebut bisa membawa banyak manfaat bagi kelestarian budaya ke dua daerah.
“Ini juga semacam media yang turut mempromosikan eksistensi Keraton dan budaya Sumenep,”pungkasnya. ( Farhan, Esha )