News Room, Selasa ( 23/08 ) Meskipun harga tembakau saat ini cukup tinggi, hingga mencapai Rp. 44.000,00 per- kilogram, namun petani diharapkan untuk tetap tidak memaksanakan segera melakukan panen, apabila masa tanam tembakaunya belum saatnya untuk panen. Sebab, hal tersebut akan mempengaruhi kwalitas tembakau kurang bagus, sehingga akan menyebabkan menurunnya harga tembakau. Karena itu, tidak bisa menyalahkan gudang sebagai pembeli barang, ketika barang yang diterima tidak sesuai dengan kwalitas yang diharapkan. Hal tersebut diungkapkan salah seorang karyawan kepercayaan Gudang Garam di Kecamatan Guluk-guluk, H. Musleh. Menurutnya, dengan melihat kondisi cuaca yang cocok untuk tembakau saat ini, diharapkan untuk tidak panen dan keburu untuk dipanen. “Sebab, sebagian petani memang terlambat menanam tembakau pada masa tanam sebelumnya, sehubungan cuaca saat itu sering tidak menentu.”ujarnya. Yang jelas tegasnya, para petani menginginkan tanamannya bagus sehingga mendapat keuntungan yang besar. Begitu pula pihak pabrikan yang menginginkan kwalitas tembakau bagus, sehingga bisa menghasilkan produksi rokok berkwalitas pula. Meskipun diakui, fenomena petik daun muda, sering dilakukan petani ketika harga di gudang tembakau sangat bagus. Sementara yang terjadi justru sebaliknya, yang membuat petani semakin tidak kebagian hasil, karena kwalitas tembakau tidak bisa diterima pembeli. “Intinya penjual ingin hasil, pedagang dan pembelipun ingin keuntungan, sehingga perekonomian bisa seimbang dan sama-sama bisa berjalan dengan baik pula,”pungkasnya. ( Ren, Esha )