News Room, Jum’at (11/01) Memasuki awal tahun 2008, harga emas dipasaran mengalami kenaikan hingga mencapai 30 persen. Naiknya harga emas tersebut, disesuaikan dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar, yang saat ini terus menunjukkan trend penurunan. Menurut H. Jamludon, salah seorang pemilik Toko Emas di Jalan Manikam Kelurahan Bangselok Kecamatan Kota Sumenep, bahwa harga emas tahun ini mimang terus meroket, seiring dengan makin menguatnya nilai tukar dollar terhadap rupiah, sehingga penekanan harga rupiah juga melambung tinggi. H. Jamal memaparkan, saat untuk harga emas 22 karat harga kisarannya Rp. 185.000,- hingga Rp. 190.000,00 per gram, yang sebelumnya hanya Rp. 150.000,- sampai Rp. 160.000,- per gram. Sedangkan untuk haga emas yang 23 karat harganya mencapai Rp. 220.000,- hingga Rp. 225.000,- yang sebelumnya Rp. 210.000,- sampai Rp. 215.000,- per gram, sementara emas 24 karat harganya berada diposisi Rp. 240.000,- per gram, yang sebelumnya Rp. 220.000,- per gram. Lebih lanjut H. Jamal menandaskan, tingginya harga emas sangat berpengaruh terhadap penjualan, terbukti hingga sekarang daya beli masyarakat menurun, bahkan masyarakat terkesan enggan untuk membeli emas. Berdasarkan hasil pantauan, masyarakat Kabupaten Sumenep saat ini, menurut H. Jamal jangankan membeli emas, menyentuh saja masyarakat untuk sekedar menawar mayoritas hampir tidak terjadi. Untuk transaksi penjualan, emas yang saat ini masih diminati oleh masyarakat hanya seputar pembelian cincin ukuran setengah gram yang digunakan untuk bayi, balita dan itupun cincin jenis atau asli Malaysia. H. Jamal berharap, nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dollar pada tahun 2008, karena kondisi semacam ini bukan hanya mempengaruhi daya beli masyarakat, tetapi juga berdampak buruk bagi kelangsungan para penjual emas di Kabupaten Sumenep. ( Nita, Soek )