News Room, Selasa ( 27/11 ) Pembatasan penebusan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pertamina berbuntut melambungnya harga ditingkat eceran. Untuk di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, harga BBM jenis premium dan solar tembus Rp. 18.000,00 per-liter. Salah seorang warga Pulau Kangean, Dul Siam mengatakan, harga BBM diwilayahnya saat ini sangat mencekik warga setempat, karena kenaikannya cukup tinggi dari harga normal Rp. 7.000,00 menjadi Rp. 18.000,00 per-liter. “Sekarang harga premium maupun solar di Kangean sudah mencapai Rp. 18.000,00 per-liter. Harga yang cukup menyulitkan warga untuk membelinya,”kata Dul Siam, Selasa (27/11). Menurut Dul Siam, yang juga anggota DPRD Sumenep ini, tingginya harga BBM ini membuat roda perekonomian di daerah setempat mandek. Sebab, warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan, sejak beberapa hari ini sudah tidak beraktifitas lagi. “Mereka memilih berdiam diri dirumah. Karena, kalau dipaksakan menangkap ikan, hasilnya tidak mencukup terhadap biaya operasinal akibat tingginya harga solar,”terangnya. Sementara Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Saiful Bahri, M.Si membenarkan tingginya harga premium dan solar di Pulau Kangean. “Kami memang sudah mendapat informasi mengenai tingginya harga premium dan solar di Kangean. Itu merupakan rentetan pembatasan penebusan BBM di SPBU, sehingga kami juga harus membatasi rekom untuk wilayah kepulauan,”ujarnya. Namun, kata H. Saiful, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Karena, sejak kemarin penebusan BBM di SPBU sudah mulai normal. “Meski demikian, kami masih tetap membatasi rekom penebusan bagi kepulauan hingga 10.000 liter, dengan memperpanjang waktu dari 7 menjadi 10 hari. Jadi, bagi pemegang rekom tidak usah buru-buru menebus BBM, sebab waktu penebusan diperpanjang hingga 10 hari,”ungkapnya. ( Nita, Esha )