Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-05-2013
  • 339 Kali

Harga Premium Di Kepulauan Mencapai Rp. 9.000 Per-botol

News Room, Rabu ( 15/05 ) Tingginya penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau/Kecamatan Sapeken dan Masalembu, Kabupaten Sumenep, dan rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM, membuat harganya melonjak drastis. BBM jenis premium, di Sapeken mencapai Rp. 9.000,00, dan jenis solar mencapai Rp. 8.500,00 per-liternya. Anggota DPRD Sumenep asal Sapeken, Dul Siam mengatakan, naiknya harga BBM jenis premium dan solar dikepulauan terjadi sejak pekan lalu dan hampir disemua kepulauan Sumenep. “Kondisi tentunya sangat memberatkan masyarakat kepulauan, apalagi BBM bagi warga kepulauan tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar kendaraan melainkan untuk perahu guna mencari ikan dilaut,”kata Dul Siam, di Kantor DPRD Sumenep, Rabu (15/05). Dia menegaskan, tidak ada yang bisa disalahkan, karena para pengecer BBM di kepulauan sendiri khawatir BBM benar-benar naik. Mereka tidak mau rugi, jika harga BBM benar-benar naik, makanya sebelum pemerintah menaikan, pengecer lebih dulu menaikan. “Issue pemerintah akan menaikkan harga BBM menjadi pemicu melonjaknya harga BBM ditingkat eceran. Padahal, sampai sekarang harga BBM masih stabil (tidak ada perubahan),”terangnya. Bahkan yang dikhawatirkan dengan issue tersebut, menurutnya adalah penimbunan BBM di wilayah kepulauan. “Penimbunan BBM selalu terjadi ketika ada rencana pemerintah menaikkan harga. Ini yang harus diantisipasi,”pintanya. Ia juga memastikan, meski harga BBM tinggi, namun stoknya tetap mencukupi kebutuhan. “Warga tidak mengeluhkan soal stok BBM, karena masih mudah didapat. Tapi menjadi persoalan dan diprediksi mengganggu kegiatan perekonomian masyarakat di kepulauan adalah naiknya harga BBM,”pungkasnya. Dul Siam berharap, kenaikan harga BBM itu bisa dikendalikan karena memberatkan masyarakat. “Mudah-mudahan harga BBM kembali normal seperti awal,”harapnya. ( Nita, Esha )