Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-03-2015
  • 713 Kali

Harga Rumput Laut Anjlok, Petani Butuh Mesin Pengolah

News Room, Senin ( 09/03 ) Harga rumput laut di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, anjlok. Semula dipatok Rp. 14.000,00 per-kilogram, saat ini hanya Rp. 8.000,00 per-kilogram. 

Salah seorang petani rumput laut Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Sumenep, Sahrul (30) mengatakan, bahwa panen kali ini tidak memihak pada petani, harga rumput laut kering setiap hari turun, sehingga kerugian yang dialami cukup besar.

"Hasil penjualan rumput laut tidak bisa menutupi biaya operasional. Modal yang harus dikeluarkan untuk satu kerambah ukuran 70 tali, mencapai Rp. 455.000,00. Setelah panen, kami hanya mendapatkan Rp. 360.000,00 per-kerambah, sehingga petani mengalami kerugian sebesar Rp. 95.000,00 per-kerambah,"katanya, Senin (09/03).

Anjloknya harga rumput laut lebih disebabkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu. Pada saat proses pengeringan tidak maksimal.

Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Juhari mengungkapkan, dengan anjloknya harga rumput laut, maka dibutuhkan mesin pengolahan rumput laut.

"Di saat harga rumput laut kering anjlok, maka harus ada solusi lain, agar petani tidak merugi. Semisal, rumput laut diolah kembali. Waktunya petani rumput laut mempunyai pengolahan rumput laut,”tegas Juhari.

Mesin pengolahan rumput laut tersebut, antara lain, mesin pencuci, mesin peniris, mesin perajang, mesin penepung, mesin pengering, mesin pengayak, dan mesin pengemas.

Politisi PPP ini optimis, jika ada usaha pengolahan rumput laut akan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya petani rumput laut yang menyebar di kepulauan.

"Kami berharap, pihak pemerintah Kabupaten Sumenep perlu melakukan terobosan baru bagi petani rumput laut. Kalau legislatif tentu akan mendorong program yang akan meningkatkan taraf hidup para petani rumput laut,”ungkapnya.

Hasil panen rumput laut di Kabupaten Sumenep dinilai cukup besar, setiap tahun berkisar 500.000 ton. Bahkan, pada tahun 2013, mampu memproduksi 549.000 ton lebih (rumput laut basah), atau menghasilkan rumput laut kering berkisar 91.000 ton lebih. ( Nita, Esha )