News Room, Kamis ( 07/04 ) Sub Divisi Regional (Divre) Bulog Madura menanggapi temuan beras untuk rakyat miskin (raskin) berkualitas jelek, yakni kekuning-kuningan bercampur hitam, yang didistribusikan bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Sumenep, dengan turun langsung ke wilayah setempat. Kepala Sub Divre Madura Perum Bulog Jawa Timur, Ali Ardi menjelaskan, pihaknya sengaja datang ke Sumenep, untuk melakukan harmonisasi atau mencairkan suasana dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, terkait temuan raskin berkualitas jelek tersebut. “Persoalan raskin butuh penanganan cepat. Makanya, kami ke Sumenep, guna mengetahui kebenaran temuan tersebut. Sebab, berdasarkan data di Bulog, kami tidak pernah menerima raskin yang kualitasnya dibawah medium atau standart,”kata Ali Ardi, ketika di Sumenep, Kamis (07/04). Ali juga mengungkapkan, pihaknya sempat heran dengan temuan raskin yang warnanya kuning disertai hitama, karena selama ini belum ada satupun dari penerima raskin melaporkan raskin berkualitas jelek. “Raskin kualitas jelek itu justru ditemukan LSM di Sumenep. Tapi, kami tidak mempersoalkan hal tersebut. Bagi kami, persoalan seputar raskin harus diselesaikan secepat mungkin,”ujarnya. Ali berjanji, kedepan pihaknya akan mewanti-wanti seluruh bulog disetiap kabupaten di Madura, agar lebih berhati-hati saat mendistribusikan raskin. “Kami akan minta bulog ditiap kabupaten se-Madura, agar sebelum didistribusikan, raskin harus dicek terlebih dahulu. Kalau ternyata berubah warna, supaya ditangguhkan atau diganti. Ini demi menghindari persoalan dilapangan,”ungkapnya. Sesuai data, jatah raskin untuk Kabupaten Sumenep, mencapai 2.186,820 kilogram setiap bulannya. ( Nita, Esha )