News Room, Rabu ( 12/06 ) Produksi kedelai di Kabupaten Sumenep terus dikembangkan, khususnya di daerah-daerah yanag selama ini telah melakukan pola tanam kedelai, seperti di Kecamatan Guluk-guluk, Ganding dan Kecamatan Lenteng. Bahkan, tahun ini produktifitas kedelai di Sumenep mencapai 1,7 ton per-hektar dengan hasil produksi 15.978,9 ton. Hal tersebuit diungkapkan Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Ach. Salaf Junaidi kepada News Room, Rabu (12/06). Menurutnya, tanaman kedelai juga ada di sejumlah daerah yang memang selama ini banyak ditanami kedelai, namun terbanyak di 3 daerah tersebut. “Sebab, tanaman kedelai memerlukan perlakuan khusus untuk tanah yang belum pernah ditanami, dengan pemberian bakteri rezuvium, sebagai perangsang bintil untuk menghasilkan netrogen,”jelasnya. Bahkan, upaya lainnya dengan cara mengambil tanah yang sudah pernah ditanami kedelai. Dan biasanya penanaman kedelai dilakukan sekitar bulan Pebruari, sesuai dengan kondisi giografis yang ada. Bahkan, yang lebih penting pula, harus dilakukan dengan kesungguhan hati para petani. Karena, apapun jika tidak dilakukan dengan kesungguhan dalam mengembangkan tanaman kedelai ini akan sulit berkembang dengan baik. Untuk membantu para petani, pemerintah juga sudah melakukan bantuan melalui program Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU) tanaman kedelai untuk 3.000 hektar, yakni 120 ton pada tahun 2012 lalu. “Untuk bantuan tahun ini, karena dananya melalui APBN masih dilakukan pembahasan ditingkat propinsi, yang jelas kami harus selektif dalam pemberian bantuan bibit kedelai ini,”tambahnya. ( Ren, Esha )