News Room, Rabu (19/03) Mensukseskan sebuah Proyek/program yang sama sekali tidak mendapat bantuan/subsidi dari APBD maupun APBN adalah hal yang sangat mustahil dikukan ditengah budaya masyarakat yang serba ketergantungan terhadap bantuan. Namun, menurut Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyihatan Lingkungan, dr. Samsu Hadi Widjojo, hal tersebut tidak membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep patah arang, merintis program TSSM (Total Sanitasion end Sanitasion Management) yang merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk merubah kebiasaan Membuang Air Besar (BAB) di sembarang tempat. Kerja keras Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep dan para Pendamping TSSM mulai menampakkan hasil. Hal tersebut terbukti dari meningkatnya kesadaran masyarkat pedesaan akan pentingnya BAB ke jamban. Bahkan kemarin (19/03) setelah dilakukan monitoring di Desa Sentol Laok dan Larangan Perreng. Sementara menurut salah satu Pendamping TSSM Jawa Timur Region III Madura, Fatoni, untuk 2 Desa tersebut ODF (Open Defiden free) atau masyarakat yang sudah BAB kejamban hampir mendekati angka 100 %. Artinya seluruh penduduk di dua desa tersebut sudah melakukan BAB di jamban dan setiap KK telah memiliki Jamban di rumah masing-masing. Bahkan, yang lebih fantastis pembangunan jamban dilakukan oleh masyarakat secara swadaya tanpa menerima sepeser-pun bantuan baik dari APBD maupun APBN, fakta tersebut menepis sikap pesimis berbagai pihak yang menganggap porgram ini tidak akan berjalan. (Gun)