News Room, Jum’at ( 25/11 ) Karena melihat sejumlah lahan di pedesaan, seperti Desa Mandala dan Desa Pakondang Kecamatan Rubaru banyak yang gersang, khususnya ketika musim kemarau, membuat tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat merasa peduli untuk melakukan gerakan menanam pohon, dalam pengendalian kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Hal sersebut dikatakan salah seorang pengasuh Pondok Pesantren As-Sa’diyah Desa Mandala, Moh. Hannan Hadi, S.Ag, M.Pd kepada wartawan disela-sela kegiatan work shop Pesantren Peduli Alam dan aksi Penanaman Pohon di salah satu Hotel di Sumenep, Jum’at (25/11). “Melalui gerakan masyarakat dalam pengendalian kerusakan lingkungan dan perubahan iklim tersebut diharapkan akan terhidar dari berbagai bentuk bencana karena kerusakan lingkungan,”ujarnya. Ditambahkan, disamping mengajak para santri dan masyarakat setempat, pihaknya juga mengajak seluruh komponen yang ada untuk bahu-membahu melakukan penanaman pohon. Karena itu berbagai bentuk bantuan penanaman bibit pohon baik yang dilakukan instansi pemerintah maupun lembaga dan masyarakat peduli lingkungan hidup sangat diharapkan. Dikatakan, banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya tanaman-tanaman yang bisa menjaga bui dari berbagai bentuk bencana, seperti longsor, banjir , erosi dan sebagainya. Sementara memadaianya tumbuhan suatu daerah dapat memperlancar debet air, sehinggar terhidar dari kekeringan jika musim kemarau. Karena itu gerakan menanam pohon yang akan dilaksanakan mulai Sabtu besok dapat mempengaruhi masyarakat untuk melakukan kegiatan yang sama. Sebab, dengan menanam pohon disamping juga untuk menghasilkan rupiah dan perlindungan terhadap alam akan bermanfaat untuk kehidupan anak cucu kelak. “Mudah-mudahan, gerakan menanam yang akan melibatkan santri, pramuka, masyarakat dan komponen di Kecamatan Ruberu sukses pelaksanaan dan sukses pemanfaatannya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )