News Room, Sabtu ( 12/07 ) Kecamatan Ra’as meminta penundaan pelaksanaan pencairan dana bantuan langsung tunai (BLT) tahap pertama tahun 2008 hingga awal September 2008 mendatang. Pasalnya, menjelang pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 5 Desa, kini telah bertiup kabar penyaluran dana BLT menjadi senjata politik kandidat calon Kepala Desa. Camat Ra’as, Fatah Zamani, S.Sos mengatakan, semua Kepala Desa sepakat agar pencairan dana BLT tidak bersamaan dengan pelaksanaan Pilkades, demi menciptakan suasana yang kondusif. Menjelang pemilihan Kepala Desa di 5 Desa tersebut, yakni Desa Poteran, Karang Nangka, Brakas, Tonduk dan Desa Gua-gua, sejumlah kandidat Kepala Desa memanfaatkan program BLT sebagai kendaran politik untuk mencari simpati masyarakat. Bahkan untuk saling menjatuhkan kandidat yang lain. â€ÂCalon Kepala Desa melakukan pembodohon publik, sebab ada calon Kepaa Desa yang mengatakan jika dirinya menang semua masyarakat akan mendapat BLT, dan ada yang mengaku program BLT atas prakarsa dirinya, sehingga masyarakat menerima BLT, bahkan termasuk pernyataan program BLT tidak ada, itu hanya rekayasa mantan Kepala Desa yang lama,â€Âtegasnya. Fatah Zamani mengatakan, pihaknya bersama Muspika, Tokoh Agama dan masyarakat telah menyosilisasikan terhadap masyarakat tentang program BLT yang sebenarnya, dan mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan kampaye politik kandidat calon Kepala Desa. Secara terpisah Kepala Kantor Pos Sumenep, Suwanto mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memberikan kepastian atas usulan Kecamatan Ra’as untuk menunda pencairan BLT itu hingga bulan September. Pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pihak terkait, apakah menyetujui penundaan tersebut. â€ÂMeski penyaluran BLT kepuluan juga ditunda, kita tidak bisa memberikan jawaban pasti, sebab perlu mengadakan koordinasi dengan pihak terkait,â€Âtukasnya.( Yasik, Esha )