News Room, Kamis ( 21/07 ) Warga Desa Kasengan, Kecamatan Manding saat ini memasuki musim panen padi kedua. Hampir seluruh warga di Desa ini memang tahun ini tidak menanam tembakau karena alasan musim yang tak menentu.
“Alhamdulillah saat ini sudah panen mas. Tapi karena kemarin hujan sejak malam Jumat (15/07), panennya ditunda sampai pekan depan,”kata Lamri warga setempat pada Media Center.
Sejak awal Lamri mengaku jika dirinya tidak berniat menanam tembakau. Tidak hanya karena alasan musim saja, namun belakang ini Lamri mengaku prospek tembakau bagi dirinya masih kurang bagus. “Ya, paling untungnya hanya kembali modal,”katanya tersenyum.
Oleh karena itu, Lamri memutuskan untuk kembali menanam padi pasca panen bulan Maret 2016 lalu. Meski saat itu beberapa petani dilanda fenomena tona. Yaitu banyak padi yang dipanen berupa gabah kosong. “Ya, tapi syukur tidak semua petani,”kata Lamri.
Terpisah, Wasik, yang juga warga di Desa Kasengan malah mengaku selama beberapa musim tanam tembakau tidak menanam bahan utama rokok itu. “Ya, untuk Desa Kasengan memang kurang prospektif. Karena bukan daerah dataran tinggi atau bukit,”kata ayah 3 anak itu. Tapi beruntung Wasik kembali mengurungkan niatnya menanam tembakau tahun ini. Beberapa petani di Desa tetangga mengalami nasib kurang baik.
Akibat hujan yang kembali turun deras di musim kemarau ini banyak petani yang harus menanamnya beberapa kali. “Saya sudah empat kali. Ini yang baru tanam tergenang,”kata Ardi, salah satu warga Desa Pakondang Kecamatan Rubaru menunjukkan lahan tanaman tembakaunya yang digenangi air hujan, Kamis (21/07). ( Farhan, Esha )