News Room, Rabu ( 23/03 ) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur, persoalkan Program 99 hari masa jabatan Bupati setempat. Sebab, Sembilan Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, pada 99 hari diawal masa jabatannya dinilai hanya mengulang program yang tidak sukses dimasa jabatan Bupati periode pertama.
Ketua HMI Cabang Sumenep, Ahmad Hanafi menjelaskan, 9 Program Unggulan yang dicanangkan dalam 99 hari itu memang tugas pemerintah yang menjadi tanggung jawabnya. “Itu kan program lama yang tidak sukses dilaksanakan. Tidak ada terobosan baru dari pemerintah,”kata Hanafi, usai melakukan audiensi dengan Bupati, Rabu (23/03).
Menurutnya, optimalisasi pelayanan rumah sakit adalah program lanjutan dari masa jabatan Bupati sebelumnya, yang tidak sukses. “Sejak dulu pelayanan rumah sakit Sumenep memang terkenal tidak baik. Kenapa baru sekarang Bupati melakukan optimalisasi pelayanannya,”terangnya.
Ia mengungkapkan, sebagai bagian dari elemen masyarakat, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap program pemerintah itu. “Ke depan kami akan terus melakukan kontrol terhadap pemerintah. Karena kami bagian dari rakyat,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si menanggapi positif dan mengapresiasi terhadap mahasiswa yang memberikan masukan terhadap pemerintah.
“Masukan dan kontrol dari masyarakat memang sangat diperlukan oleh Bupati, sehingga jika ada program yang tidak maksimal bisa lebih ditekan lagi, agar bisa maksimal,”tukasnya. ( Nita, Esha )