News Room, Sabtu ( 05/06 ) Puluhan aktivis, menggelar aksi menuntut Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep, Wiyanto Kawirian mundur dari jabatannya. Karena, telah ikut serta dalam pelaksanaan kampanye salah satu peserta Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) setempat. Dalam aksinya, puluhan aktivis HMI tersebut sempat membakar ban bekas di halaman Sekretariat HMI Sumenep, di Jalan Trunojoyo. Bahkan puluhan aktivis HMI yang demo menuntut pimpinannya mundur nyaris bentrok dengan pengurus HMI di bawah kepemimpinan Wiyanto Kawirian yang berada di Sekretariat. Namun, sejumlah polisi yang mengamankan aksi tersebut langsung melerai aktivis HMI yang hampir bentrok tersebut. Koordinator aksi, Ahmad Hanafi mengatakan, tindakan Ketua Umum HMI Sumenep ini sudah melanggar AD/ART, dan layak untuk diturunkan dari jabatannya. “Kami menuntut Wiyanto Kawirian harus mundur, karena sudah terbukti mendukung salah satu pasangan calon tertentu untuk kepentingan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Pimpinan HMI yang tidak independen harus mundur dari jabatannya,â€Âkata Hanafi, dalam orasinya di halaman Sekretariat HMI Sumenep, Sabtu (05/06). Ia menjelaskan, secara kelembagaan HMI itu mestinya independen. “Jangan jual independensi HMI untuk kepentingan Pilkada. Sebab, dengan tidak independensi Ketua HMI tersebut, kondisi organisasi ini menjadi semrawut,â€Âungkapnya menambahkan. Sementara, selama aksi, Wiyanto Kawirian tidak berada di Sekretariat HMI Sumenep. ( Nita, Esha )