Sumenep-Kominfo News Room : Dengan pelaksanaan imunisasi yang baik, merata, dan tepat sasaran, dapat mencegah 8 jenis penyakit yang selama ini mengancam kesehatan masyarakat, seperti tuberkolosis (TBC), dipteri, pertusis, tetanus neonatorum, tetanus, polio, hepatitis B, dan campak. Kasubdin Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dr. Budi Rahaju, MPH di kantornya Surabaya, Jumat (14/09) kemarin mengatakan, imunisasi adalah tindakan untuk memberi perlindungan pada tubuh terutama pada anak-anak agar tidak mudah tertular penyakit. Upaya memberikan imunisasi pada balita, anak-anak, dan wanita subur/wus 15-39 tahun dengan jenis vaksin tertentu, telah dilakukan secara terus menerus oleh Dinas Kesehatan Propinsi. Di Jatim tahun 2006 tercatat ada 627 ribu bayi. Dari jumlah itu, ternyata yang melakukan imunisasi baru 68 prosen, sisanya 32 prosen belum. Menurutnya, bayi yang belum diimunisasi akan rentan terkena berbagai macam penyakit. Untuk mencegah hal itu, perlu dituntaskan program imunisasi agar kondisi bayi sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Ada 22 daerah di Jatim yang sulit menerapkan program imunisasi, di antaranya Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Jember, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Sulitnya program ini dilaksanakan karena masyarakat tersebut tinggal di Desa yang jauh dari kegiatan imunisasi atau jauh dari bidan. Alasan lain karena ketidak tahuan masyarakat arti pentingnya imunisasi. Dikatakannya, campak merupakan penyakit menular yang bisa menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini banyak menyerang pada anak-anak. Karena daya tahan tubuh mereka (anak-anak) rendah, sehingga mudah terserang penyakit. Oleh karena itu peran Dinas Kesehatan melalui Posyandu sebagai pemantau kondisi kesehatan di daerah sangat dibutuhkan. â€Untuk itu kepada Bupati/Walikota agar ikut menyukseskan Program Indonesia Bebas Campak pada tahun 2010 nanti,†harapnya. ( JNR,Esha )