Sumenep-Kominfo News Room : Sesuai dengan data yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Inflasi bulan April 2006 mengalami kenaikan mencapai 0,40 persen. Padahal, pada bulan Maret 2006 kemarin, tingkat Inflasi hanya menduduki titik 0,03 prosen. Menurut Kasie Distribusi BPS Sumenep, Kadarisman, kenaikan Inflasi itu terjadi, karena dari 7 kelompok barang dan jasa mengalami Inflasi tertinggi sebesar 1,11 persen. Hal itu, terjadi pada kelompok jasa kesehatan. Bahkan, Kadarisman menuturkan, kenaikan Inflasi itu juga dipengaruhi oleh beberapa komoditas yang merupakan penyumbang terbesar pada bulan April kemarin, yakni Bawang Putih, Cabe Merah, Perhiasan Emas, Kecap, Beras, Bawang Merah, Telur Ayam Ras, Obat dengan resep, Beras Jagung, dan Minyak Goreng. Kadarisman menerangkan, dari hasil pencacahan lapangan, tercatat bahwa di Kabupaten Sumenep selama bulan April 2006, terdapat 93 komoditas yang mengalami perubahan harga, dengan rincian 80,65 prosen komoditas mengalami kenaikan harga, dan 19,35 prosen komoditas mengalami penurunan. Namun, Inflasi komulatif dari Januari hingga April 2006 kemarin, untuk Kabupaten Sumenep mencapai 2,13 prosen, Jawa Timur 2,72 prosen, dan Nasional 2,03 prosen. Sedangkan perbandingan Inflasi April 2006 dengan April 2005, maka Inflasi Kabupaten Sumenep masih menduduki posisi ketiga dibangdingkan Jawa Timur dan Nasional, yakni Kabupaten Sumenep 13,44 prosen, Jawa Timur 14,77 prosen, dan nasional 15,40 prosen. ( Nita, Ong, Esha )