News Room, Senin ( 06/07 ) Inflasi bulan Juni 2015 untuk di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebesar 0,38 persen. Inflasi ini menurun dibandingkan bulan Mei yang mencapai 0,43 persen. Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, laju inflasi bulan ini ditingkat Jawa Timur sebesar 0,45 persen dan Nasional 0,54 persen.
"Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah pisang, beras, telur ayam ras, daging ayam kampung, daging ayam ras, nasi dengan lauk, cumi-cumi, rempela hati ayam, gula pasir dan upah pembantu rumah tangga," kata Kepala BPS Sumenep, Suparno, Senin (06/07).
Ia menuturkan, dari 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, semua kota mengalami inflasi, tertinggi dialami Kota Surabaya sebesar 0,54 persen. Diikuti Kota Probolinggo 0,44 persen; Kabupaten Sumenep dan Kota Malang sama-sama 0,38 persen; Kota Madiun 0,32 persen; Kota Kediri bersama Kabupaten Banyuwangi juga sama-sama sebesar 0,26 persen. "Untuk inflasi terendah terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,20 persen," terangnya.
Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok terjadi deflasi. "Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah bahan makanan 0,86 persen; makanan jadi, minuman rokok dan tembakau 0,49 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 persen; sandang 0,80 persen; kesehatan 0,03 persen; transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi sebesar 0,07 persen," paparnya.
Suparno mengungkapkan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2015) Sumenep sebesar 0,37 persen, Jawa Timur 1,23 persen dan Nasional 0,96 persen. "Tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2015 terhadap Juni 2014) Sumenep sebesar 6,49 persen; Jawa Timur 6,78 persen; dan Nasional 7,26 persen," pungkasnya. ( Nita )