News Room, Jum’at ( 19/11) Sebagai istri Bupati Sumenep, Nyai Hj. Jamilah Busyro Karim, S.Pd memiliki harapan besar kedepan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) perempuan lebih baik, maju dan terus melakukan perubahan lebih baik lagi. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memulai perubahan itu dengan melalui penyegaran kepengurusan di organisasi wanita yang baru dipinpinnya, seperti Persatuan Dharma Wanita dan PKK Kabupaten Sumenep, agar lebih fleksibel, sehingga bisa mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama. “Insya Allah, kami akan mencoba melakukan penyegaran kepengurusan, agar lebih fleksibel. Yakni disamping para isteri PNS dan sebagainya, juga dengan melibatkan banyak unsur, seperti tokoh masyarakat perempuan, public figure, aktifitas gerakan perempuan dan sebagainya,”ujarnya Hj. Jamilah Busyro Karim ketika ditemui News Room disela-sela kunjungan silaturrahmi pribadinya di Gedung DPRD Sumenep tadi siang, Jum’at (19/11). Disamping itu, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan kepada beberapa organisasi perempuan di Sumenep, seperti Muslimat, Fatayat NU, Aisiyah serta organisasi perempuan lainnya yang tidak bisa disebut satu-persatu. Bahkan, tegas Hj. Jamilah dirinya mencoba masuk dalam organisasi minoritas skill yang ada di Sumenep, seperti organisasi keagamaan wanita Budha, Hindu, Kristen, warga China dan sebagainya. Dan ternyata, mereka berharap ikut terlibat dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan Sumenep kedepan. “Mereka memuji Tuhannya, karena baru sekarang bisa bertemu dan menyampaikan keinginannya pada kami. Karena itu saya berharap, media juga bisa membantu mewujudkan mimpi-mimpi ini untuk Sumenep kedepan,”tambahnya. Sebab, disamping sebagai ibu rumah tangga, perempuan harus ikhlas membantu dan melayani suami. Baik dengan pemikiran maupun dengan selalu melayani keperluan suami maupun aktifitas sosial lainnya. Aktifis yang juga Mubalighah ini berjanji akan mengajak perempuan untuk bergerak dan bisa dimulai dengan bentuk pelatihan, sosialisasi, work shop, seminar, pemberian bantuan sosial kepada perempuan yang arahnya untuk menunjukkan perempuan juga bisa bergerak. ( Ren, Esha )