Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-04-2014
  • 574 Kali

Instalasi Farmasi RSUD Sumenep Pasca Program BPJS, Meningkat

News Room, Sabtu ( 12/04 ) Sejak diberlakukannya program Jaringan Kesehatan Nasioanal (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Masyarakat (BPJS), pelayanan resep obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H. Moh. Anwar Sumenep menjadi lebih banyak, sehingga mengakibatkan pelayanan tentu lebih lama dari pelayanan sebelumnya. Kepala Instalasi Farmasi di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, Drs. H. Mohammad Imam, Apt kepada News Room, Sabtu (12/04) menjelaskan, jika pelayanan kepada keluarga pasien saat melakukan pengambilan obat melalui resep di Instalasi Farmasi harus antri dan lama untuk segera mendapatkan obat. “Jadi, kami berharap masyarakat lebih bersabar, ketika mendapat pelayanan yang agak lama, karena yang harus dilayani lebih banyak dari sebelum adanya pelayanan untuk pasien BPJS,”ungkanya. Sebab, diakui Imam jika pelayanan sebelum di Instalasi Farmasi hanya melayani kepada pasien umum. Namun, sejak bulan Januari pelayanan ditambah dengan pasien BPJS. Sementara hingga saat ini baru ada penambahan 1 petugas pindahan dari Puskesmas, sehingga pelayanan memang belum bisa maksimal. Dijelaskan, sesuai dengan daftar pelayanan resep di Instalasi Farmasi yang ada, misalnya di bulan Januari hingga Pebruari, hanya berkisar antara 4.530 hingga 4.664, namun di bulan Januari hingga Pebruari naik menjadi 6.443 hingga 6.766 pelayanan. Dengan peningkatan pelayanan tersebut, tentu juga menuntut petugas ekstra dalam memberikan pelayanan, agar masyarakat tetap bisa terlayani dengan baik. “Jadi, kalau ada keterlambatan pelayanan dari kami, diharapkan masyarakat bisa lebih bersabar, semoga dalam waktu dekat ada penambahan petugas untuk lebih memberikan pelayanan dengan baik,”tambahnya. ( Ren, Esha )