Media Center, Jum’at ( 27/07 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerahkan bantuan kepada masyarakat korban gempa bumi di Kecamatan Batuputih. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si secara simbolis kepada masyarakat penerima bantuan di Desa Bulla’an Kecamatan Batuputih, Jum’at (27/07).
Bupati mengatakan, warga yang menjadi korban musibah harus bersabar dan tawakkal, sebab musibah itu bagian dari ujian dari Allah SWT agar kita senantiasa mawas diri dan selalu mengingat-Nya baik di saat senang maupun susah.
Pemerintah Daerah melalui APBD 2018 Kabupaten Sumenep memberikan bantuan dana sebesar Rp 172 juta bagi 156 orang, sehingga diharapkan masyarakat penerima bantuan memanfaatkan sebaik-baiknya, untuk memperbaiki bangunan yang rusak akibat gempa.
“Alhamdulillah, selain bantuan itu berasal dari pemerintah daerah juga ada bantuan dari TNI-Polri, forum perbankan Sumenep, BUMN, BUMD, relawan bencana, kalangan swasta dan lapisan masyarakat Sumenep. Karena itu kami (Pemkab Sumenep) menyampaikan terima kasih atas kepeduliannya kepada masyarakat yang tertimpa bencana.” katanya.
Bupati mengakui, bantuan yang mengalir pasca bencana dari berbagai pihak itu, menunjukkan rasa gotong-royong dan kebersamaan guna membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Pihaknya berharap rasa gotong-royong dan kebersamaan ini jangan sampai berhenti setelah selesainya pembangunan dan perbaikan bangunan yang rusak, melainkan harus tetap berlanjut di setiap waktu.
“Saya meminta semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga dan memelihara semangat gotong-royong dan kebersamaan itu, sebab gotong-royong serta kebersamaan perlu dilakukan oleh semua elemen guna membangun kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumenep.” tutur Bupati 2 periode ini.
Bupati bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro dan Dandim 0827 Sumenep menyempatkan diri untuk meninjau pembangunan sejumlah rumah dan sekolah madrasah yang rusak akibat gempa bumi yang terjadi pada 23 Juni 2018 lalu.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Dr. R. Rahman Riadi, SE, MM mengungkapkan, akibat gempa pada 13 Juni 2018 di Sumenep yang terjadi di Kecamatan Batuputih, Dasuk dan Kecamatan Manding, menyebabkan sebanyak 156 rumah rusak sedang hingga berat, 4 sarana tempat ibadah dan 2 sekolah madrasah rusak.
“Rumah yang mengalami kerusakan sedang sebanyak 18, rusak berat sebanyak 44 rumah dan rusak ringan 94 rumah. Sedangkan kerusakan bangunan terbanyak di Desa Bulla’an yakni 105 bangunan.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )