Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-02-2009
  • 588 Kali

Jalan Protokol Pertigaan Pamolokan Berlubang Lagi

News Room, Selasa ( 03/02 ) Banyaknya lubang-lubang jalan di seputar Kota Sumenep membuat masyarakat pengguna jalan tidak nyaman, sebab disamping mengganggu kenyamanan pengguna jalan, juga berisiko membahayakan keselamatan. Sebab, tidak jarang kendaraan yang melewati jalan berlubang itu akhirnya mencari jalur lain yang membahayakan bagi kendaraan lain di depan dan belakangnya. Seperti halnya yang ada di Jl. Raya Gapura, tepatnya di persimpangan tiga perbatasan Desa Pamolokan dan Bangkal, hampir setiap tahun selalu ada lubang ditengah jalan. Padahal, hampir setiap tahun hingga dua kali diperbaiki, namun beberapa bulan kemudian berlubang lagi. “Eman-eman dana yang dialokasikan untuk perbaikan lubang jalan itu kalau tidak sampai enam bulan sudah ambruk dan berlubang lagi,”ujar Sumanto, warga Desa Bangkal kepada sejumlah wartawan siang tadi, Selasa (03/02) saat melintas dijalan itu. Menurutnya, sekitar sebulan ini, setiap kali melewati jalan berlubang yang berada dekat lampu traffic ligh depan Rumah Dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep itu, masyarakat pengguna jalan ragu-ragu. Ada yang lewat sebelah utara lubang dan ada yang lewat selatan. Padahal jika lewat utara lubang, melewati batas jalan dan membahayakan bagi pengguna jalan dari arah berlawanan . Sementara Kepala Unit Pengelola Tekhnis (UPT) Bina Marga Pamekasan di Sumenep, Ainur Rahman ketika dikonfirmasi mengungkapkan, jika penutupan lubang itu sudah seringkali dilakukan, namun tetap sering patah pada besi penyanggah. Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat akan memperbaiki dan menutup lubang itu dengan anggaran pribadi, karena tidak masuk pada RAB tahun 2009 ini. “Kita sudah beberapa kali memperbaiki, namun tetap sering patah dan mengakibatkan bagian atasnya runtuh. Tapi tidak akan lama, kita perbaiki lagi dengan anggaran sendiri,”ujar Ainur Rahman. Bahkan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui konstruksi yang pertama kali dibuat, sehingga memudahkan dalam perbaikannya. Sebab, sebelumnya yang membangun pertama kali dari Pemerintah Daerah. Namun sejak sejak tahun 2000 lalu, jalan yang masuk protokol itu memang masuk tanggung jawab pusat dan Dinas Propinsi. Dan untuk saat ini pihaknya hanya memiliki anggaran untuk sapu lubang (Salub) dibeberapa jalan protokol yang menuju Pantai Lombang dan beberapa jalan protokol lainnya. Sedangkan untuk lubang jalan di pertigaan Pamolokan itu tidak masuk anggran tahun 2009 ini. ( Ren, Esha )