Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-01-2006
  • 795 Kali

JAMAAH HAJI INDONESIA HARI INI TIBA DITANAH AIR

Sumenep-Infokom News Room : Langkah antisipatif terhadap masalah pemulangan Jamaah Haji Indonesia (JHI) terus diupayakan. Hal ini dilakukan terutama jika terjadi penundaan penerbangan. Sebanyak 18 kelompok terbang (kloter) telah tiba ditanah air hari ini, Senin (16/01). Mereka mengawali pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Tanah Suci Mekkah. Selain berdasarkan prosedur tetap (protap), kepulangan Jamaah Haji Indonesia tahun 2006 ini, upaya juga dilakukan melalui koordinasi intensif di lapangan. Prosentase penundaan penerbangan, menurut Konjen RI di Jeddah yang juga Koordinator Harian Pelaksanaan Haji tahun 2006, Tadjudin Noor, bisa sekitar 25 prosen. “Karena itu, kita harus tempuh langkah antisipatif guna menghindari penumpukan jamaah di bandara maupun di Hotel Shaihanah Jeddah�, katanya. Tadjudin berharap, protap dapat dibuat lebih terperinci. “Hal itu perlu untuk mengantisipasi setiap persoalan yang tidak terduga dan terkesan sepele namun bisa menjadi besar�, tambah Tadjudin dalam rapat koordinasi pemulangan jamaah haji, di Kantor Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Jumat (13/01). Hadir dalam rapat itu antara lain Ketua Pelaksana Harian PPIH, Nur Samad Kamda, Kepala Pengaman Haji Indonesia di Arab Saudi, Muhammad Sukiman Azmy, seta seluruh Kepala Daker dan jajaran terkait. �Jangan sampai langkah-langkah penanganan baru dilakukan setelah ada pengaduan dari para jamaah�, tambah Tadjudin Noor. Jika terjadi penundaan pesawat untuk jamaah haji dari Mekkah, menurut protap, langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengundurkan waktu pemberangkatan jamaah haji dari pemondokan di Mekkah dalam jangka waktu tertentu jika pemberitahuan disampaikan oleh pihak penerbangan sebelum jadwal berangkat dari pemondokan. Tapi, bila pemberitahuan disampaikan setelah rombongan jamaah memasuki Jeddah, maka jamaah akan diberhentikan sementara di Hotel Shaihanah. Antsipasi penundaan pesawat bagi kloter yang sudah terlanjur berangkat dari pemondokan di Mekkah dilakukan di pos mobile di Syumaisi guna mengalihkan jamaah ke tempat peristirahatan semetara di Hotel Shaihanah. Bila terjadi penundaan pesawat setelah berada di Bandara King Abdul Aziz jeddah, maka pihak penerbangan berkewajiban menyediakan konsumsi bagi jemaah haji. Pada musim haji 2006 ini, pemerintah telah menetapkan kepulangan jamaah yang diberangkatjan langsung dari pemondokan di Mekkah dan Madinah ke Bandara Jeddah, tidak menggunakan Madinatul Hujjaj sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Jamaah dari Mekkah diberangkatkan langsung ke Bandara KAAIA Jeddah, sedangkan jamaah yang dari Madinah akan diistirahatkan lebih dahulu di Hotel Shaihanah, Jeddah. Tahun ini jamaah akan mendapatkan pengembalian sebesar 80 Riyal dari Badan Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Pengembalian biaya teransit sebesar 80 Riyal per jamaah yang datang dan pulang melalui Bandara KAAIA Jeddah. Sedangkan yang datang dan pulang melalui bandara Madinah tidak akan mendapatkan pengembalian biaya transit Madinatul Hujjaj. “Ini dikarenakan uangnya telah dikompensai menjadi biaya tambahan penerbangan tiba dan atau berangkat di Madinah�, kata Nur Samad. Jamaah akan mendapatkan pengembalian biaya transit 80 Riyal adalah yang berangkat dari Embarkasi Batam, Solo, Nangroe Aceh Darussalam, Balikpapan, dan sebagian jamaah pada kloter dari Embarkasi Medan serta Jakarta (Pondok Gede) yang tidak menggunakan fasilitas Hotel Shaihanah di Jeddah. Hingga Sabtu (14/01) pukul 05.55 waktu Arab Sudi. (WAS tercatat sebanyak 168 Jamaah Haji telah meninggal dunia di Arab Saudi. Berdasarkan data pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), yang meninggal dunia di Jeddah 6 orang, di Madinah 27 orang, di Mekkah 105 orang, di perjalanan 2 orang, di Arafah 12 orang dan di Mina 16 orang, sebanyak 106 di antaranya adalah pria dan 62 wanita. Sebanyak 9 orang diantaranya dari BPIH khusus (ONH plus). Menurut Tadjudin, kepulangan jamaah gelombang pertama akan dimulai pada 15 hingga 27 Januari 2006, didahului jamaah dari Kloter 1 JKG melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Hari ini beberapa Kloter direncanakan akan melaksanakan Thawaf Whada sebelum berangkat ke Jeddah. Jamaah yang masuk gelombang kedua, terlebih dahulu akan diberangkatkan ke Madinah untuk menunaikan Ibadah Arain. Kepulangannya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari hingga 11 Pebruari 2006. ( Rep, Esha )