News Room, Senin ( 14/10 ) Kasus penjambretan di Kabupaten Sumenep mulai marak dan menghantui warga setempat. Akibatnya, warga pun resah karena aksi penjambretan tidak memilih tempat maupun waktu. Bahkan, seorang nenek berusia 52 tahun, Murtasiya, warga Jalan Potre Koneng, Perum Bumi Sumekar, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, terpaksa shock setelah kehilangan kalung emas seberat 14 gram saat dijambret oleh 2 orang tak dikenal. Ketika beraksi, pelaku kriminal jalanan itu mengendarai sepeda motor jenis Vixion warna putih, sekitar 50 meter dari rumah korban. Saat itu korban sedang jalan-jalan pagi bersama cucunya, kemudian 2 pelaku tersebut menghampirinya lalu berpura-pura menyakan alamat rumah. Tanpa curiga, korban memberikan penjelasan. Tidak berselang lama, 2 pelaku itu langsung menarik kalung korban, lalu kabur bersama sepeda motornya. “Tidak ada firasat atau kecurigaan dari ibu. Ya namanya orang tua yang tidak bisa menerka karakter orang, makanya dengan santai ibu melayani pertanyaan mereka, padahal mereka mengincar kalung emas yang dipakai ibu,”terang Agussalim (33), anak kandung korban. Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, mengakui jika beberapa pekan terakhir ini sering mendapat laporan adanya aksi penjambretan di siang hari. Untuk itu, pihaknya sudah memerintahkan anggotanya, supaya rutin mengadakan patroli dijalan raya. “Saya sudah perintahkan anggota untuk rutin mengadakan patroli, selain itu saya perintahkan anggota memantau kegiatan para residivis yang sudah keluar dari tahanan, khawatir mereka kambuh dan kembali melakukan aksi kriminal,”terang Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, Senin (14/10). Kapolres berjanji akan mengungkap jaringan pelaku penjambretan, maupun aksi kejahatan lainnya. Namun, pihaknya menghimbau kepada masyarakat, agar tidak menggunakaan perhiasan yang berlebihan saat akan keluar rumah, karena memancing dan memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan. Selain itu masyarakat diminta secepatnya memberikan laporan kepada polisi, jika menjadi korban tindakan kriminal atau melihat kejadian kriminal. “Kami berharap masyarakat bisa proaktif dengan petugas, karena tidak mungkin petugas kepolisian bisa mengetahui kejadian kriminal tanpa ada laporan dari masyarakat. Tapi yang terpenting adalah masyarakat bisa mawas diri, dengan tidak mengenakaan perhiasan yang berlebihan saat akan keluar rumah, karena hal tersebut dapat mengundang timbulnya aksi tindak kriminal,”ungkapnya. ( Nita, Esha )