Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-04-2006
  • 602 Kali

JATIM TERIMA DAK RP. 40 M UNTUK PENGAWASAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Sumenep-Kominfo News Room : Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI telah memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2006 kepada Propinsi Jawa Timur sekitar Rp. 40 miliar. Dana ini rencananya digunakan untuk kegiatan pengawasan bidang kelautan dan perikanan di daerah. Plt Inspektur Jenderal (Irjen) DKP RI, Dr. Andin H. Taryoto saat memberikan keterangan pada pers pada acara “Bimbingan Teknis (Bintek) Audit Bidang Kelautan dan Perikanan� di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (11/04) kemarin mengatakan, dana sebesar itu akan diberikan kepada 28 Kabupaten/Kota se Jawa Timur yang digunakan untuk melaksanakan berbagai program pengawasan kelautan dan perikanan yang ada di daerah. “Setiap daerah akan memperoleh DAK yang jumlahnya berbeda-beda, mulai dari Rp. 800 juta hingga ada yang memperoleh Rp 4 miliar�, ujarnya kepada wartawan. Menurutnya, alasan perbedaan jumlah DAK pada setiap daerah dikarenakan adanya penilaian potensi menonjol yang ada pada masing-masing daerah. “Agar pengawasan terpadu, maka perlu dilakukan bintek pada seluruh pengawas yang ada di setiap Kabupaten/Kota dan Propinsi�, imbuhnya Penetapan Propinsi Jawa Timur sebagai lokasi Bintek, dikarenakan Propinsi ini telah menerima DAK non Dana Reboisasi bidang kelautan dan perikanan paling besar diantara tiga Propinsi lainnya, yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lebih lanjut Andin menuturkan, tujuan penyelenggaraan Bintek adalah menyamakan persepsi kebijakan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintah daerah, alih pengetahuan audit bidang kelautan dan perikanan dan meningkatkan kualitas pengawasan bidang kelautan dan perikanan pada beberapa Kabupaten/Kota di tiga Propinsi. Masih kata Andin, sasaran yang dicapai pada bintek ada tiga hal, yakni terpadunya kebijakan dan program kerja pengawasan, terlaksananya pengawasan fungsional dalam penyelenggaraan pemerintah bidang kelautan dan perikanan dan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Penyelenggaran Bintek yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) telah dimulai sejak tahun 2002. Kegiatan di Surabaya ini merupakan pelaksanaan Bintek yang ke 8 setelah Propinsi Sulawesi Selatan (Sumsel), Kota Bogor, Propinsi DKI Jaya, Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Propinsi Bali, Propinsi Jambi dan Propinsi Sulawesi Utara (Sulut). “Dari hasil evaluasi terhadap peserta Bintek sebelumnya, ternyata diketahui bahwa kegiatan ini sangat memberikan manfaat bagi aparat pengawas di daerah,� tandasnya. Issue-issue pokok yang dibahas pada Bintek ini antara lain, yakni koordinasi pelaksanaan pengawas dekonsentrasi dan tugas pembantuan antara Itjen Departemen dengan Bawasda, audit barang milik negara lingkup Departemen Kelautan dan Perikanan, audit terhadap pembangunan pelabuhan perikanan, audit pada Balai Benih Ikan/Udang dan audit pemasaran dan pengolahan hasil perikanan. ( Info Jatim, Esha )