Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-09-2007
  • 408 Kali

Jawa Timur Beri Keteladanan Bagi Setiap Daerah

Sumenep-Kominfo News Room : Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Prof. Bambang Sudibyo pada pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) VI di Auditorium Kampus C Unair Senin (03/09) menuturkan, Propinsi Jatim bisa menjadi contoh daerah lain dalam hal pendidikan. ”Secara Nasional, pemerintah pusat hanya menargetkan wajib belajar sembilan tahun, namun untuk wajar 12 tahun merupakan inisiatif daerah sendiri-sendiri, dan Jatim memberi keteladanan itu,” katanya. Dikatakannya, pemerintah pusat hanya mendukung melalui berbagai upaya di antaranya, pendirian SMA/SMK baru, program Bantuan Operasional Mutu (BOM), serta pendirian berbagai perspustakaan baru. ”Untuk pencanangan wajar 12 tahun, propinsi Jatim memerlukan analisis lama. Dan saya mempersilakan setiap daerah mengembangkan inisiatif tersebut,” katanya. Gubernur Jatim, H. Imam Utomo mengatakan, wajar 12 tahun yang dicanangkan Jatim merupakan upaya peningkatan pendidikan bagi generasi muda.” Jika para pemuda lulus hanya sembilan tahun terlalu muda, maka Jatim diharapkan minimal bisa sampai SMA/SMK,” katanya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Propinsi Jatim, Dr. Rasiyo Msi mengatakan, pencanangannya tersebut merupakan realisasi dari suksesnya program wajar sembilan tahun. Rasiyo menurutkan, program tersebut akan kita dimaksimaslkan dengan melakukan pendataan warga Jatim yang berusia 16-18 tahun, hasilnya akan dijadikan sebagai bahan referensi menuju wajar 12 tahun,” katanya. Setelah melakukan pendataan, bagi pemuda yang berusia 16-18 tahun status masih sekolah, maka akan dipertahankan. Namun, bagi yang berusia 16-18 sudah tidak bersekolah maka akan didorong dengan minimal sekolah di tingkat SMA. Anggaran yang disediakan untuk merealisasikan program wajar 12 tahun, yakni sebesar Rp. 100 milyar per tahun.” Direncanakan anggaran dan pencanangannya akan berjalan mulai awal tahun depan,” tuturnya. ( JNR, Esha )