Sumenep-Kominfo News Room : Menjelang Hari Kesehatan Sedunia (HKS) 7 April 2007, masyarakat masih dibayangi dengan ancaman virus Flu Burung dan HIV/AIDS, serta penanganan gawat darurat. Karenanya, HKS kali ini bertema Investasi Utama di Bidang Pencegahan Penyakit dan Surveilans, serta Pendidikan Kesehatan. HKS 2007 akan menjadi kegiatan yang ideal untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat internasionl akan peningkatan saling ketergantungan di bidang kesehatan dan keamanan serta kebutuhan untuk investasi dalam Kesehatan Manajemen Masa Depan yang Lebih Aman. Kepala Subdin Pemberdayaan Sumberdaya Dinas Kesehatan Propinsi Jatim, drg Jahja Mkes di Surabaya, Rabu (4/4) mengatakan, ancaman terhadap kesehatan tidak mengenal batas. Di era perdagangan dan pariwisata yang semakin mengglobal, penyakit lama maupun baru melintas batas negara dan mengancam keamanan bersama. Kolaborasi negara maju dan berkembang dapat mengendalikan penyebaran penyakit. Kasus HIV/AIDS merupakan contoh nyata bagaimana kesehatan dan keamanan saling berkaitan. HIV/AIDS dapat mengancam stabilitas negara. Ini karena HIV/AIDS menyerang usia produktif 15-50 tahun. Padahal, vaksin penyembuh hingga kini belum ada. Tentang flu burung di Jatim, daerah yang dikategorikan pandemi telah mencapai 32 kabupaten/kota, di antaranya Surabaya, Kediri, Malang, Blitar, Probolinggo, Madiun, Tulungagung, dan Madura. Bencana Alam Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah kesehatan pasca bencana, kondisi ekonomi, kegawatdaruratan, efek perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ancaman biologi. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respon efektif perlu kerjasama seluruh elemen masyarakat. “Untuk mendidik masyarakat tidak semudah seperti menyediakan kelambu untuk mengurangi penyebaran nyamuk malaria,†katanya. (JNR,Ong )