Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-03-2012
  • 468 Kali

Jelang POPDA Jatim, IPSI Sumenep Minta Perguruan Silat, Bina Atlit

News Room, Sabtu ( 10/03 ) Sudah terjaringnya para pesilat muda di Sumenep yang diseleksi melalui Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX Kabupaten Sumenep tahun 2012, diharapkan terus melakukan pelatihan dan pembinaan khususnya oleh masing-masing perguruan silat yang menaunginya, sehingga pada saatnya nanti, pada POPDA IX Jatim pada bulan Juli mendatang betul-betul siap bertanding. Hal tersebut diungkapkan Ketua IPSI Cabang Sumenep, Adi Sunaryo Sofa, kepada News Room, Sabtu (10/03) di Sekretariatnya mengungkapkan, menurutnya apapun kejuaraan silat yang diikuti oleh para pesilat remaja maupun dewasa harus betul-betul dipersiapkan dengan matang. “Sebab, jika terkesan dadakan dan kurang kesiapan dari para pesilat, akan sulit meraih prestasi yang diharapkan, meskipun yang bersangkutan sudah memiliki prestasi bagus sebelumnya,”ujarnya. Karena, salah satu syarat untuk meraih dan mempertahankan prestasi yakni dengan ketekunan berlatih dan diimbangi dengan menjaga stamina tubuh untuk selalu vit. Untuk itu, jaminan dalam menjaga kestabilan para atlit pesilat perlu juga mendapat perhatian. Sementara, tegas Adi Sunaryo, untuk menjamin para atlit, khususnya di Kabupaten Sumenep masih jauh dari harapan. Sebab, dengan keterbatasan anggaran pembinaan dan kegiatan di IPSI Sumenep masih jauh dari yang diharapkan, sehingga perlu upaya keras dari masing-masing perguruan silat dan para atlit sendiri dalam memenuhi kebutuhan itu. Untuk persiapan POPDA IX Jatim sendiri masih cukup waktu untuk melakukan persiapan sejak saat ini, apalagi sejumlah pesilat yang terjaring, baik dari pesilat putra dan putri dari masing-masing kelas, yakni kelas A hingga I ada di sejumlah perguruan silat, seperti Perguruan Silat Perisai Diri, PSHT, Perisai Putih, Nur Harias dan Walet Hitam. “Disamping itu juga dipersiapkan penampilan pesilat tunggal, ganda, dan beregu yang merupakan utusan dari perguruan silat Perisai Diri dan Nur Harias,”pungkasnya. ( Ren, Esha )