News Room, Selasa ( 17/12 ) Jumlah tenaga dokter yang ada di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Sumenep, khususnya yang ada di kepulauan masih jauh dari kebutuhan ideal. Sebab, selama sebagian besar Puskesmas di Kepulauan masih ada seorang dokter, sehingga kurang efektif, karena tidak hanya mengurusi pasien, namun juga mengurusi management di Puskesmas setempat. Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Anugerah Rizka Rahadi, M.Si kepada sejumlah wartawan, Selaasa (17/12) usai melakukan pembahasan APBD 2014 di ruang Komisi A DPRD Sumenep. Menurutnya, jika bicara ideal memang seharusnya masing-masing Puskesmas itu memiliki 2 orang dokter. Karena, rata-rata Kepala UPT Puskesmas merupakan dokter yang melayani pasien disana. “Nantinya ada pembagian tugas, satu megurusi managemen, dan dokter satunya mengurusi pasien. Bahkan, bila misalnya ada rapat dokter maupun halangan lain, dokter yang satu tetap bisa melayani pasien,”ungkapnya. Diakui, jika nantinya di tahun 2014 betul-betul ada peluang dari Kementerian Kesehatan RI, jika akan ada program test CPNS dokter jalur khusus. Dengan prioritas setelah diterima kontrak CPSN dokter ini, syaratnya harus bersedia bertugas di wilayah terpencil dan sangat terpencil. Bahkan, diakui dr. Rizka, jika Dinas Kesehatan Sumenep telah mengusulkan 15 orang dokter umum dan dokter gigi, untuk mengikuti test CPNS jalur khusus tersebut. Disamping itu, pihaknya juga menganggarkan di tahun 2014 nanti, untuk gaji dokter kontrak di daratan sebesar Rp. 2.050.000,00 sedangkan untuk kepulauan sebesar Rp. 2.300.000,00 plus tunjangan kepulauan sebesar Rp.1.500.000,00 sehingga totalnya sebesar Rp.3.800.000,00. “Kami berharap, dengan meningkatkan penghasilan dokter akan menambah semangat dan kinerja para dokter, dan itu akan tetap ada pantauan dari kami terhadap kinerja mereka nantinya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )