News Room, Kamis ( 23/01 ) Perlu Proses pembangunan pendidikan di Kabupaten Sumenep telah menunjukkan grafik yang membanggakan. Baik di bidang infrastruktur, sumber daya manusia, manajemen sekolah dan sebagainya. Semua itu merupakan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Sumenep yang menjadikan masalah pendidikan sebagai masalah utama yang perlu dibangun dan dikembangkan. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si saat menghadiri Pameran Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Profesi Kabupaten Sumenep Tahun 2014 yang digelar Dinas Pendidikan Sumenep bersama Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK), di Graha Adipoday Sumenep, Kamis (23/01). Menurutnya, jika dilihat angka kelulusan di tiap jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep, setiap tahun menunjukkan hal membanggakan. “Setiap tahun angka kelulusan di Kabupaten Sumenep hampir 100 persen. Semua itu menunjukkan bahwa arah dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam pengembanga pendidikan berada di jalur yang benar,”ungkapnya. Hanya saja, tegas Sekdakab Sumenep ini, ternyata di tengah kemajuan pendidikan yang diraih, masih ada persoalan yang dihadapi, salah satunya adalah masalah partisipasi siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dijelaskan, angka melanjutkan dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 93,09 persen. Sedangkan, lulusan SMA yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT) hanya mencapai 75 persen. Itu artinya masih ada anak-anak yang belum menikmati kemajuan pendidikan sekarang ini. Tidak melanjutkannya siswa ke Perguruan Tinggi, ternyata mereka tidak hanya karena faktor kesulitan ekonomi, tapi juga kurangnya akses informasi tentang perguruan tinggi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Karena informasinya kurang, gairah untuk melanjutkan juga berkurang. “Karena itu, adanya pameran seperti ini akan memberi gambaran secara jelas kepada siswa/ orang tua siswa dan masyarakat tentang pentingya memilih sekolah yang baik dan terjamin mutu pendidikannya,”tambahnya. Sementara Ketua MGBK Sumenep, Drs. Moh. Hasan, M.Si menjelaskan, peserta pameran diikuti sebanyak 42 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sedangkan pengunjung pameran dari sejumlah sekolah SMA, MA, SMK yang ada di Sumenep. “Melalui kegiatan pameran perguruan tinggi ini, diharapkan agar siswa bisa mengetahui perguruan tinggi yang ada, sehingga termotivasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,”jelasnya. ( Ren, Esha )