News Room, Kamis ( 26/05 ) Sejatinya kiblat budaya sekaligus pemerintahan Madura kuna terletak di Sumenep. Hal itu tersirat pada sebuah prasasti kuna di pintu Agung Keraton Sumenep dalam bahasa Arab dan Madura kuna, yaitu Brahmono Hasmoro Hung Putri Hayu—yang berarti Brahmono = 6; Hasmoro = 8; Hung = 9; Putri = 1; dan Ayu = 1. Maknanya, susunan struktur susunan pemerintahan di Sumenep sudah ada sejak 1 Januari 986 Masehi.
“Apalagi, Sumenep juga merupakan Kabupaten tertua berdasar penetapan tanggal Hari Jadi di 4 Kabupaten di Madura. Berdiri pada dekade ke enam di kurun 1200-an Masehi menunjukkan kota kecil ini bahkan lebih tua dari Kerajaan Majapahit, sehingga dengan kata lain, Sumenep merupakan pusat pemerintahan di 2 masa kerajaan besar Nusantara; Singhasari dan Majapahit,”kata salah satu pemerhati budaya di Sumenep, R. Aj. Rabiatul Adawiyah, pada Media Center.
Nah, dari uraian ini, menurut Rabiatul, didapat fakta bahwa kebudayaan berkembang dari Sumenep dan kemudian menyebar ke seluruh pelosok di Madura, mulai dari Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan. Namun, karena sejak mula Sumenep berada di bawah pemerintahan raja-raja di tanah Jawa, maka kebudayaan di Madura pada umumnya merupakan hasil pembauran dengan kebudayaan lokal.
“Pengaruh pembauran ini terus berkembang, seiiring dengan masuknya beberapa budaya luar. Seperti pengaruh Islam, budaya Arab, China, dan Eropa,”tambahnya.
Dalam hal pembauran dengan Jawa, lanjut Rabiatul, hal itu bisa dilihat dari tradisi sebelum prosesi perkawinan, yaitu sehari atau malam sebelum hari pernikahan.
Tradisi ini hampir sama dengan di Jawa Tengah, hanya istilahnya saja yang beda. Tradisi yang di sana dikenal dengan istilah midodareni, di mana sang mempelai perempuan mengenakan busana bahasan seperti kemben.
Dengan busana ini mempelai perempuan melewati serangkaian perawatan tubuh, seperti dilulur (elolor dalam bahasa Madura) dan rambutnya diasapi dupa yang wangi.
“Kemudian dilanjutkan sapuan bedak kamoridan, yaitu bedak bida yang sarat khasiat. Kemudian yang terakhir ialah meminum jamu khusus yang diyakini mampu membuat tubuh menjadi harum,”tutupnya. ( Farhan, Esha )