News Room, Sabtu ( 05/01 ) Masyarakat kepulauan meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep membagun Asrama Haji, sebab jika cuaca buruk, pemulangan Jamaah Haji ke kampung halamannya sering terlambat, sehingga terlambat pulang kampung dan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah seorang anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Barus Surur mengatakan, rombongan jamaah haji asal kepulauan sangat kesulitan untuk mendapatkan tempat sementara di kota, baik saat menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci maupun ketika kembali dari Tanah Suci Mekkah. Apalagi jika transportasi laut tidak beroperasi akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung, meraka mengeluarkan biaya yang cukup banyak, sebab harus menyewa kamar hotel dan biaya hidup di kota. Bahrus Surur menyatakan, pemerintah Kabupaten sangat layak memiliki Asrama Haji, apalagi jamaah haji Kabupaten Sumenep setiap tahun terus bertambah. Karena itu sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan dana pembangunan Asrama Haji. Sementara itu Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM merespon positif usulan pembangunan Asrama Haji, apalagi Departemen Agama telah menawarkan tanah untuk pembangunan Asrama Haji tersebut. Jika pembangunan Asrama Haji sangat prioritas untuk jamaah haji kepulauan, pihaknya akan mengupayakan untuk membantu alokasi dana pembangunannya. Wakil Bupati menambahkan, manakala Pemerintah Kabupaten tidak bisa mengangarkan dana dalam APBD, pihaknya akan memanfaatkan Gedung Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Batuan sebagai Asrama Haji. Secara terpisah Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Sumenep, Drs. Imron Rasyidi, M.Si mengaku, pihaknya akan mencoba agar anggarannya berupa subsidi silang antara Pemerintah Kabupaten dengan pusat. Pihaknya menilai Kabupten Sumenep selayaknya memiliki Asrama Haji, sebab daerah lain yang jumlah jamaah haji sedikit dan tidak ada wilayah kepulauannya telah memiliki Asrama Haji. ( Yasik, Esha )