Sumenep-Kominfo News Room : Pemerintah Kabupaten/Kota yang sudah meng- alokasikan anggaran penanganan flu burung diharapkan juga bisa membeli kebutuhan vaksinnya. Hal ini dikarenakan Propinsi Jatim saat ini menduduki peringkat lima dalam penyebaran wabah Avian Influenza (AI) di Indonesia. Gubernur Jatim, H. Imam Utomo usai membuka Musrenbang Jatim Tahun 2007 di Kantor Gubernur Jatim, Rabu (18/04) mengatakan, selain penyediaan anggaran dari Kabupaten/Kota, Pemprop Jatim juga akan meminta kepada pemerintah pusat agar membantu penyediaan vaksin flu burung. Berdasarkan informasi, pemerintah pusat saat ini telah menyediakan 20 ribu vaksin untuk Jatim. “Kebutuhan kita saat ini 74 juta dosis vaksin, tapi masih tersedia 33 juta dosis. Ini kan masih kurang,†katanya. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jatim, dr. Iwan Muljono, MPH dalam makalahnya berjudul Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Flu Burung pada Manusia mengatakan, flu burung di Indonesia sudah endemis di 30 Propinsi atau 233 Kabupaten/Kota. Di Jatim telah menyerang 33 Kabupaten/Kota. Sementara Kasus AI di Indonesia sampai 1 Maret 2007 sebanyak 84 orang, 64 orang meninggal. Kasus ini telah dilaporkan di sembilan Propinsi dan mencakup 29 Kabupaten/Kota. Pada 2006, di Jatim ada 35 orang suspect flu burung pada manusia dari 10 Kabupaten/Kota dan dilaporkan lima kasus positif AI, yakni Surabaya satu orang, Kediri satu orang dan Tulungagung tiga orang. Dari lima kasus, tiga orang meninggal dunia (dua orang dari Tulungagung dan satu dari Surabaya). Sejak Januari-Maret 2007 terdapat 10 kasus dalam proses penyelidikan atau investigasi, yakni tiga orang tidak diambil spesimen, tiga orang menunggu hasil lab dan empat orang hasil lab negatif flu burung Selain itu, dilaporkan 15 suspect flu burung, yakni 12 orang negatif flu burung dan tiga orang menunggu hasil lab. Dinkes Jatim telah menerapkan tujuh strategi penanggulangan flu burung, yakni penatalaksanaan kasus flu burung, perlindungan pada kelompok risiko tinggi, surveilans epidemologi flu burung, komunikasi risiko edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, peningkatan kapasitas, operasional riset dan monitoring evaluasi. Saat ini, ada 10 rumah sakit rujukan di Jatim yang menerima pasien flu burung, yakni RSU dr. Soetomo Surabaya, RSUD dr. Syaiful Anwar Malang, RSUD dr. Soedono Madiun, RSUD dr. Soebandi Jember, RSU Harjono Ponorogo, RSUD Gambiran Kediri, RSUD Sasodoro Bojonegoro, RSUD Pamekasan, RSUD Blambangan Banyuwangi dan RSUD dr. Moch. Saleh Probolinggo. Berdasarkan data Dinas Peternakan Propinsi Jatim menyebutkan, jumlah vaksin AI yang dibutuhkan 74 juta dosis. Sedangkan vaksin yang tersedia masih 33.759.500 dosis terdiri dari 20 juta dosis (APBN) dan 7,5 juta dosis (APBD Propinsi Jatim) dan 6.259.500 dosis (kabupaten/kota). Artinya, Jatim masih kekurangan 40.240.500 dosis. Kebutuhan desinfektan di Jatim seharusnya 370.000 liter, tapi masih tersedia 16.000 liter (terdiri 14.000 liter dari APBN dan 2.000 liter dari APBD Jatim). Artinya, masih kekurangan 354.000 liter desinfektan. Sedangkan kebutuhan insektisida 14.800 liter, masih tersedia 9.000 liter. Artinya, masih kekurangan 5.800 liter. Realisasi sharing vaksin AI APBD Kabupaten/Kota menunjukkan masih adanya kekurangan vaksin sebanyak 17.040.500 dosis. Sebanyak 32 Kabupaten/Kota di Jatim hanya sanggup menyediakan 6.259.500 dosis dari kemampuan APBD-nya. Padahal, kebutuhan vaksin untuk Kabupaten/Kota di Jatim sebanyak 23.300.000 dosis. Bahkan, Kabupaten Mojokerto yang seharusnya menyediakan satu juta dosis vaksin, diketahui tidak ada dana sama sekali. (JNR,Soek,Esha)