News Room, Selasa ( 08/05 ) Sebanyak 23 kambing yang merupakan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), terhadap 10 anggota kelompok gerak di Desa Poja, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, diserang virus Pink Eye. Akibatnya, kambing tersebut tidak bisa melihat dan terancam mengalami kebutaan. Salah seorang peternak kambing bantuan, Listiyani, warga setempat menjelaskan, bantuan kambing itu diterima 14 hari lalu dalam kondisi normal. Namun sejak 3 hari terakhir ini, tiba-tiba seekor kambing mengalami kelainan dibagian mata. “Kala itu, seekor kambing berjalan tidak lurus dan selalu menabrak barang yang dilaluinya. Ketika dilihat, ternyata mata kambing agak buram sehingga tidak bisa melihat,”kata Listiyani, dikediamannya di Gapura, Sumenep, Selasa (08/05). Menurut Listiyani, awalnya hanya seekor kambing yang diserang penyakit, namun setiap hari terus bertambah hingga sekarang mencapai 5 ekor kambing yang tidak bisa melihat. “Kami heran dengan penyakit kambing tersebut. Diharapkan ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, karena kambing itu kan bantuan dari pusat. Dikhawatirkan kalau dibiarkan kambing yang diserang penyakit akan semakin bertambah,”terangnya. Sementara, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Hewan Kabupaten Sumenep, Kamarul Alam, mengaku belum mengetahui jika ada kambing diserang penyakit mata. “Belum ada laporan pada kami terkait kambing yang terkena penyakit, apalagi itu bantuan dari kemenakertrans. Selama tidak ada laporan dan koordinasi dari instansi terkait, ya kami tidak bisa berbuat apa-apa,”ujarnya. Kamarul memperkirakan, jika melihat ciri-ciri penyakit kambing itu sejenis virus Pink Eye, yang menyerang bagian mata. “Kemungkinan besar jenis penyakit yang serang kambing adalah Pink Eye. Tapi, kami tidak bisa pastikan karena belum tahu secara kasat mata,”ungkapnya. ( Nita, Esha )