Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-12-2007
  • 608 Kali

Kapal DBS I Terdampar Di Pulau Saobi

News Room, Kamis (27/12) Ombak tinggi diperairan Komirean yang mencapai 3 hingga 4 meter, membuat kapal milik PT. Sumekar Line Dharma Bhakti Sumekar (DBS) I tidak bisa melanjutkan pelayarannya dari dermaga Batu Guluk menuju Kalianget, akibatnya saat ini DBS I yang mengangkut 210 penumpang terpaksa bersandar di pulau Saobi tepatnya di Desa Sapaan. Menurut Manager Umum dan Kepegawaian PT. Sumekar Line, Drs. H. Moh. Muhjidin, M.Si, sesuai dengan jadual kapal DBS I berangkat dari pelabuhan Kalianget pada Selasa 25 Desember, sekitar pukul 21.00 WIB, kemudian pada Rabu 26 Desember, pukul 07.00 WIB bersandar di Dermaga Batu Guluk Kecamatan Arjasa, dan pada pukul 10.00 WIB DBS I bertolak ke pelabuhan Kalianget. Namun, setelah berlayar selama 2 jam, sekitar pukul 12.00 WIB, tepatnya di perairan Komirean Kecamatan Raas, tiba-tiba kapal tersebut diterpa gelombang dan angin kencang setinggi 4 meter. H. Muhjidin menerangkan, demi menjaga keselamatan para penumpang, maka kapal DBS I yang dinahkodai Sulkan, berinisiatif untuk berlindung dengan bersandar di pulau Saobi Desa Sapaan. H. Muhjidin menambahkan, hingga sekarang kapal beserta ratusan penumpang terdampar di pulau Saobi, dan pihaknya belum bisa memastikan kapan kapal DBS I itu bisa berlayar. Artinya, kapal DBS I akan berlayar tergantung pada kondisi baik buruknya cuaca di laut, jika ombak dan angin mulai reda, maka kapal DBS I akan berlayar kembali, tapi jika sebaliknya, pihaknya bersama warga setempat berusaha mencari juragan kapal untuk diikutkan DBS I, mereka akan dijadikan sebagai pemandu gelombang yang dianggap aman untuk dilayari. H. Muhjidin menjelaskan, pihaknya berjanji tidak akan membiarkan penumpang mengalami kesulitan selama kapal DBS I tidak bisa berlayar. Karena, biaya konsumsi para penumpang sepenuhnya ditanggung DBS I. Perlu diinformasikan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, bahwa tinggi gelombang untuk laut Jawa berkisar antara 3 hingga 6 meter, akibatnya berbahaya bagi semua jenis kapal untuk berlayar. ( Nita, Esha )