Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2013
  • 371 Kali

Kapal Tak Beroperasi, Harga BBM Capai Rp. 12.500,00 Per-liter

News Room, Kamis ( 17/01 ) Belum adanya kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang beroperasi, akibat cuaca diperairan Sumenep tidak seluruhnya normal, membuat harga penjualan ditingkat eceran di Pulau/Kecamatan Sapeken, mencapai Rp. 12.500,00 per-liter. Salah seorang warga Pulau Sapeken, Dul Siam, menjelaskan, saat ini harga BBM diwilayahnya cukup tinggi, baik solar maupun premium. Yang biasanya berkisar Rp. 6.000,00 hingga Rp. 7.000,00, sekarang naik antara Rp. 12.000,00 hingga Rp. 12.500,00 per-liter. “Naiknya harga BBM di Sapeken, diperkirakan tidak lancarnya pengiriman akibat cuaca di perairan Sumenep masih belum normal. Sekalipun sudah ada kapal penumpang yang beroperasi, tapi kapal pengangkut BBM masih enggan berlayar, khawatir cuaca berubah saat berada ditengah laut. Makanya, harga BBM di Sapeken mampu mencapai Rp. 12.500,00 per-liter,”kata Dul Siam, Kamis (17/01). Selain harganya naik, warga juga kesulitan mendapatkan BBM di Sapeken. Namun, mereka menyikapinya dengan santai karena merupakan kejadian tahunan disaat memasuki musim hujan, yang disertai gelombang tinggi. “Untuk saat ini, mungkin BBM tidak begitu diprioritaskan. Sebab, sebagian besar warga Sapeken sekarang memilih tidak melaut sambil menunggu cuaca betul-betul normal,”terangnya. Meski demikian, Dul Siam yang juga anggota DPRD Sumenep asal Sapeken, meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar secepatnya mengatasi hal tersebut. “Kalau kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan warga Sapeken tidak bisa melaut disaat cuaca normal, akibat tidak ada BBM. Saatnya Pemkab Sumenep mengambil langkah taktis. Kalau perlu lakukan pengiriman BBM menggunakan heli kopter kalau jalur laut tidak bisa,”ungkapnya. Sementara Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Saiful Bahri, M.Si menerangkan, tidak lancarnya pengiriman BBM ke kepulauan, dikarenakan cuaca dilaut selama sepekan terakhir ini cukup ekstrem. “Selama cuaca ekstrem, memang tidak bisa dipaksanakan kapal untuk berlayar. Jadi, tidak lancarnya pengiriman BBM ke Kepulauan Sumenep, khususnya Sapeken, murni faktor yakni akibat cuaca laut yang tidak bersahabat,”pungkasnya. ( Nita, Esha )