News Room, Selasa ( 12/07 ) Pengembangan kasus ledakan obat mercon di rumah Ruhaiyyah (55), di Dusun Grujugan, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, terus menggelinding. Saat ini polisi mendalami olah di Tempat Kejadian Perkara (TKP), karena disinyalir adanya keterlibatan orang lain. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, untuk korban sudah dimintai keterangan, namun masih sebatas sebagai saksi. "Persoalan nantinya akan ditingkatkan pada tersangka, kita lihat hasil pengembangan yang dilakukan Tim Penyidik. Yang pasti, kami menduga korban tidak sendirian ketika obat mercon itu meledak. Makanya, olah TKP terus kami dalami,"kata Susanto, pada wartawan di Polres Sumenep, Selasa (12/07). Sampai sekarang, kata Susanto, polisi sudah memeriksa 9 orang sebagai saksi. "Sesuai keterangan para saksi dan barang bukti yang diamankan di rumah Rohaiyyah, berupa puluhan mercon jadi dan selongsong petasan yang belum diisi obat mercon, kuat dugaan obat mercon itu milik Rohaiyyah. Tapi, korban belum ditetapkan sebagai tersangka,"terangnya. Sebelumnya, pada Minggu (3/7) kemarin, rumah Rohaiyyah (55), di Dusun Grujugan, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, meledak. Ledakan itu disebabkan obat mercon yang ada dirumah Rohaiyyah. Akibatnya, 10 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 2 rumah rusak berat, dan 8 rumah lainnya rusak ringan. Satu diantara 2 rumah yang rusak berat itu, milik Rohaiyyah, atap dan sebagian tembok rumahnya ambruk. ( Nita, Esha )