News Room, Selasa ( 22/11 ) Pasca kasus pemukulan terhadap korban Moh. Nur Fajar Nawansah, siswa kelas 3 SMPN 3 Sumenep, hingga mata kanannya bengkak, yang dilakukan siswa kelas 3 SMK 1 Kalianget, berinisial DN bersama 6 rekannya, membuat 4 siswa SMPN 3 Sumenep, diskorsing (diberhentikan sementara) dari sekolahnya selama 3 hari. Keempat siswa yang diskorsing itu, adalah berinisial DK dan AF, siswa kelas 2, kemudian SW dan DL, siswi kelas 3. Wakil Kepala SMPN 3 Sumenep, Sobari menjelaskan, skorsing terhadap 4 siswa itu, sesuai hasil kesepakatan antara Kepala Sekolah dengan Dewan Guru. “Kami memang sepakat, siapa saja yang terlibat dalam aksi pemukulan itu harus diberi sanksi. Tahap pertama sanksinya dikorsing 3 hari. Mereka tidak boleh masuk sejak hari Sabtu (19/11), Senin (21/11) hingga Selasa (22/11) ini. Selanjutnya, menunggu keputusan dari Kepala SMPN 3 Sumenep,”kata Sobari, di SMPN 3 Sumenep, Selasa (22/11). Skorsing itu, kata Sobari, terpaksa diberikan pada 2 siswi yang satu kelas dengan korban. “Keterlibatan 2 pelajar perempuan tersebut, kami anggap sebagai penyebab aksi pemukulan terhadap korban, yakni memfitnah korban mengganggu SW dengan dilaporkan pada DK dan dibenarkan oleh DL,”terangnya. Sobari mengungkapkan, untuk sementara orang tua masing-masing siswa yang diskorsing belum dipanggil ke sekolah. “Pemanggilan bagi orang tua siswa bermasalah tersebut, masih menunggu kepala SMPN3 Sumenep, sepulang dari rapat kerja diluar daerah,”ujarnya. Sebelumnya, aksi pemukulan yang menyebabkan mata bagian kanan korban Moh. Nur Fajar Nawasah bengkak, terjadi pada Jum’at (18/11) kemarin. Diduga, tindakan itu dipicu karena korban dicurigai menggoda SW, cewek satu sekolah adik pelaku, DN. Awalnya, korban pinjam ballpoin pada SW, tapi pinjaman itu dilaporkan pada DK adik DN dengan menggodanya. Kontan, DK langsung menghampiri korban sambil mengajak berkelahi. namun ajakan itu ditolak alasannya takut masuk ruang Bimbingan dan Penyuluhan (BP) Meski menolak, DK terus saja mengajak berkelahi, sehingga korban lepas kontrol dengan mendorong DK. “Mungkin, karena tidak terima atas tindakan saya, DK memanggil kakaknya DN. Akibatnya, saya dipukul secara gerombolan disebelah timur sekolah PGRI Sumenep,”terang Fajar, korban pemukulan. ( Nita, Esha )