Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-05-2012
  • 663 Kali

Kasus Pencuri Dibakar Massa, Polisi Periksa 4 Saksi

News Room, Kamis ( 10/05 ) Polisi terus berupaya menenangkan masyarakat di Kecamatan Dasuk, untuk menghindari aksi massa berikutnya. Ini terkait kasus pembakaran terhadap Alwan (50), warga Desa Dasuk Laok, yang diduga seorang pencuri hewan. Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, menjelaskan, tim Resmob Polres sudah memeriksa 4 orang saksi, dan melakukan pendekatan pada tokoh ulama maupun masyarakat, guna meredam emosi warga. “Kasus ini masih dalam proses. Sambil berjalan, kami memang melakukan pendekatan pada ulama dan tokoh masyarakat, termasuk kepala desa terkait, supaya menenangkan warganya,”katanya. Kapolres mengungkapkan, setiap pertemuan pihaknya menekankan agar warga bisa menyerahkan persoalan hilangnya salah satu pelaku pencurian hewan pada polisi. “Kami berharap warga bisa tenang. Serahkan persoalan itu pada polisi. Kami akan bekerja maksimal menangkap pelaku tersebut,”terangnya. Untuk 3 ekor sapi yang diamanakn di Mapolres Sumenep, kata Kapolres, sekarang tinggal 1 ekor. “Seekor sapi masih belum bisa diserahkan pada warga, karena ada 2 orang yang mengaku sebagai pemiliknya. Jadi, kami tangguhkan dulu sampai diketahui pemilik aslinya,”ungkapnya. Seorang warga Dusun Sumur Konce, Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Alwan (50) yang diduga sebagai penadah sapi hasil curian, tewas dibakar hidup-hidup oleh massa, pada Jumat (04/05) malam. Kemarahan warga terhadap Alwan itu dipicu dengan ditemukannya 5 ekor sapi di kandang miliknya, yang diduga hasil curian. Usai membakar Alwan hidup-hidup, massa bergerak ke rumah Nur Barri, warga Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, yang diduga sebagai komplotan pelaku pencurian sapi. Namun sesampai di rumah Nur Barri, massa kecewa, karena yang besangkutan didapati tidak ada di rumahnya. Massa yang sudah dikuasai emosi langsung membakar 3 rumah dan kandang sapi milik Nur Barri. ( Nita, Esha )