Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-05-2009
  • 700 Kali

Kasus Soal UAM, Depag Sumenep Klarifikasi Kepala MAN

News Room, Selasa ( 05/05 ) Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Sumenep, melakukan klarifikasi kepada pimpinan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, terkait soal Ujian Akhir Madrasah Aliyah (UAM) pada mata pelajaran sejarah, yang mempertanyakan terjadinya disintegrasi bangsa pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, sehingga mendapat protes dari anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kepala Kantor Depag Sumenep, H. Imron Rosyidi, SH, M.Si mengatakan, hasil klarifikasi dengan Kepala MAN Sumenep, Mohammad Bakri, ternyata naskah mata pelajaran sejarah yang disajikan pada UAM itu disusun oleh tim dari MAN Pamekasan. “Pimpinan MAN Sumenep telah melakukan klarifikasi dengan pimpinan MAN Pamekasan. Hasilnya, guru yang tergabung dalam Tim Penyusun Soal tersebut memiliki referensi. Sekali lagi, munculnya soal tersebut memiliki sumber acuan, dan dibuat tanpa tendensi politik apapun,”tegasnya. Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan UAM, pimpinan MAN se Madura melakukan pertemuan, dan menyepakati adanya pembagian Tim Penyusun Soal pada masing-masing mata pelajaran. “Untuk soal mata pelajaran sejarah, disepakati dibuat oleh tim dari MAN Pamekasan,”katanya. H. Imron juga menuturkan, soal mata pelajaran sejarah yang mendapat protes dari anggota DPR tersebut, juga menjadi materi pertanyaan siswa MAN yang menjadi peserta UAM se Madura, karena penyusunannya memang untuk naskah UAM se Madura. Sebelumnya, pada Senin (04/05) kemarin, anggota Fraksi PDIP DPR RI, MH. Said Abdullah memprotes salah satu soal mata pelajaran sejarah pada naskah UAM untuk siswa kelas XII jurusan Bahasa di MAN Sumenep. Soal mata pelajaran sejarah pada nomor 30 yang diprotes Said, bersifat soal pilihan ganda, dan berbunyi: "Pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri terjadi disintegrasi bangsa, yaitu di ?. Said menilai soal tersebut mengada-ada, menyesatkan, dan sangat tidak mendidik bagi siswa, karena sejak era reformasi, mulai pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati, hingga sekarang oleh Susilo Bambang Yudhoyono, tidak ada dan memang tidak pernah terjadi disintegrasi bangsa di wilayah tertentu di Indonesia. Karena, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh. ( Nita, Esha ) News Room, Selasa ( 05/05 ) Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Sumenep, melakukan klarifikasi kepada pimpinan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, terkait soal Ujian Akhir Madrasah Aliyah (UAM) pada mata pelajaran sejarah, yang mempertanyakan terjadinya disintegrasi bangsa pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, sehingga mendapat protes dari anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kepala Kantor Depag Sumenep, H. Imron Rosyidi, SH, M.Si mengatakan, hasil klarifikasi dengan Kepala MAN Sumenep, Mohammad Bakri, ternyata naskah mata pelajaran sejarah yang disajikan pada UAM itu disusun oleh tim dari MAN Pamekasan. “Pimpinan MAN Sumenep telah melakukan klarifikasi dengan pimpinan MAN Pamekasan. Hasilnya, guru yang tergabung dalam Tim Penyusun Soal tersebut memiliki referensi. Sekali lagi, munculnya soal tersebut memiliki sumber acuan, dan dibuat tanpa tendensi politik apapun,”tegasnya. Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan UAM, pimpinan MAN se Madura melakukan pertemuan, dan menyepakati adanya pembagian Tim Penyusun Soal pada masing-masing mata pelajaran. “Untuk soal mata pelajaran sejarah, disepakati dibuat oleh tim dari MAN Pamekasan,”katanya. H. Imron juga menuturkan, soal mata pelajaran sejarah yang mendapat protes dari anggota DPR tersebut, juga menjadi materi pertanyaan siswa MAN yang menjadi peserta UAM se Madura, karena penyusunannya memang untuk naskah UAM se Madura. Sebelumnya, pada Senin (04/05) kemarin, anggota Fraksi PDIP DPR RI, MH. Said Abdullah memprotes salah satu soal mata pelajaran sejarah pada naskah UAM untuk siswa kelas XII jurusan Bahasa di MAN Sumenep. Soal mata pelajaran sejarah pada nomor 30 yang diprotes Said, bersifat soal pilihan ganda, dan berbunyi: "Pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri terjadi disintegrasi bangsa, yaitu di ?. Said menilai soal tersebut mengada-ada, menyesatkan, dan sangat tidak mendidik bagi siswa, karena sejak era reformasi, mulai pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati, hingga sekarang oleh Susilo Bambang Yudhoyono, tidak ada dan memang tidak pernah terjadi disintegrasi bangsa di wilayah tertentu di Indonesia. Karena, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh. ( Nita, Esha )