News Room, Selasa ( 30/06 ) Hampir 40 persen atau 400.000 penduduk di Kabupaten Sumenep berdomisili sekaligus menggantungkan hidupnya di kawasan pesisir dan laut. Berbagai potensi ekonomi lengkap dengan sumber devisa daerah di sana yang hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Ironisnya, meski dekat dengan berbagai anugerah tersebut, tingkat pendapatan penduduk sekitarnya masih tergolong rendah. Sejatinya, wilayah pesisir adalah kawasan yang multi guna, karena banyak bermacam sektor yang mempunyai kepentingan dan berusaha serta memanfaatkan kawasan pesisir, seperti halnya pertambangan, perhubungan, perikanan dan perindustrian dan lain sebagainya.
Disamping itu wilayah pesisir memiliki keunikan ekosistem dan kawasan yang sangat rentan terhadap perubahan karena aktifitas yang terjadi di wilayah pesisir itu sendiri.
“Oleh karenanya, perlu kerjasama seluruh elemen masyarakat dan stake holders untuk menjaga lingkungan pesisir atau laut,”kata Darwis (40 tahun), salah seorang tokoh warga pesisir di kawasan kepulauan Masalembu, pada News Room.
Menurut pria asal Dusun Penggir, Desa Masalima ini, potensi ekonomi pesisir terutama di tempatnya sangat besar. Namun, potensi itu diharapnya seimbang dengan sentuhan tangan dingin, terutama pemerintah.
“Ya artinya kepada pemerintah hendaknya program pembangunan lebih memprioritaskan pembangunan pesisir, sehingga kehidupan pesisir lebih tertata dan lebih bermanfaat bagi keberlangsungan hidup masyarakat itu sendiri,”harapnya.
Saat ini diakui Darwis, dari kacamata awamnya, grafik pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir tidak beranjak naik. Padahal, mereka dalam kapasitas tuan rumah atau se andik alas (Madura; red). “Tapi mengapa malah taraf ekonomi mereka masih rendah,”tanyanya.
Memang tak ditampik Darwis, faktor rendahnya pendidikan masih memegang kendali akan hadirnya situasi tersebut. Oleh karenanya ia hanya bisa berharap keadaan itu bisa berubah seiring waktu berjalan. “Jadi kawasan pesisir harus didukung SDM (sumber daya manusia) yang mumpuni,”pungkasnya. ( Farhan, Esha )