News Room,Sabtu ( 18/10 ) Semakin dekatnya pelaksanaan ibadah Haji, para jamaah calon haji (JCH) mulai mempersiapkan diri dengan mengikuti manasik haji. Meski sebelumnya dari Departemen Agama Kabupaten Sumenep sudah melaksanakan manasik haji kepada para JCH Kabupaten Sumenep, namun para JCH juga banyak yang mengiktui manasik haji kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang ada di Sumenep. Seperti halnya yang terlihat disalah satu KBIH Sumenep yang berada di Jalan Lingkar Barat Desa Babbalan Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (18/10) terlihat serius mengikuti manasik haji yang di bawahi Yayasan Ar-Raudhah. Terlihat para JCH meskipun dengan cuaca panas, namun tidak seorangpun absen untuk mengikuti manasik haji tersebut. Ketua Yayasan Ar-Raudhah, H. As’adi Syarqawi ketika ditemui disela-sela manasik haji mengungkapkan, jika pihaknya berusaha memaksimalkan pemahaman lewat manasik haji tersebut kepada para JCH, agar nantinya dalam pelaksanaan ibadahnya, tidak ada kegiatan selama ibadah yang tertinggal maupun salah dalam pelaksanaannya. Karena itu, KBIH yang dipimpinnya ini akan terus melaksanakan manasik haji hingga tiga kali, yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Sebab persiapan yang benar-benar harus dijaga, yakni persiapan mental, manasik dan fisik JCH sendiri. Karena ibadah haji memang merupakan ibadah yang paling banyak dilakukan dengan fisik. “Syukurlah, dari 150 orang yang masuk di KBIH Ar-Raudhah, semua hadir. Baik yang dari Kepulauan, seperti Kangean, Gayam dan Sapudi serta dari daratan sendiri, sehingga mereka akan penuh mengikuti manasik haji dengan baik,â€Âujar H. Syarqawi. Karena itu sebagai lembaga mitra Depag pihaknya akan berusaha memaksimalkan manasik haji, seperti bagaimana pelaksanaan Tawaf, Sa’i, Tahallul, Melontar Jumro dan berbagai kegiatan ibadah haji lainnya, seperti kegiatan ziarah dan sebagainya. Sebab, diakui H. Syarqawi, petugas yang resmi yang ada tidak akan mungkin memadai untuk seorang bisa mengarahkan sekitar 450 orang. Karena itu KBIH berusaha memaksimalkan pendampingan paling banyak 40 orang untuk seorang pendamping, yang memang direkrut dari orang-orang yang memiliki pengalaman menjalani Ibadah Haji di Tanah Suci berkali-kali serta memiliki pengetahuan bahasa Inggris dan Arab dengan fasih. ( Ren, Esha )