News Room, Senin ( 03/08 ) Keberadaan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) bisa menekan potensi konflik rebutan air antar petani, sebab pengaturan dan pengendalian air pada petani itu dilakukan secara adil. Kepala Bidang Bina Manfaat Dinas PU Pengairan, Ainur Rasyid, SE, M.Si mengatakan, berdirinya kelompok HIPPA di sejumlah Desa mampu mengurangi konflik perselisihan antar petani untuk mendapatkan air mulai berkurang. HIPPA berhasil menekan konflik antar petani, sebab dalam menyalurkan air menyesuaikan dengan mekanisme pengelolaan dan pemeliharaan skala prioritas kebutahan. Skala prioritas itu, yang pertama untuk tanaman pangan seperti padi dan polowijo, dan yang kedua untuk tanaman perkebunan. â€ÂAnggota HIPPA yang memahami tingkat kebutahan air, diharapkan melakukan musyawarah untuk membahas penanaman secara detail mulai dari hulu hingga hilir. Itu dilakukan untuk mempermudah dan pemerataan pembagian air bagi petani sesuai kebutuhannya,â€Âtegasnya. Menyoal daerah yang rawan konflik, Ainur Rasyid menyatakan hampir disetiap wilayah rawan konflik rebutan air jika didaerah setempat ada penanaman padi dan tembakau. Namun yang jelas, pihakanya optimis daerah yang dikelola HIPPA bisa mencegah konflik antar petani. ( Yasik, Esha )