Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-04-2011
  • 440 Kali

Kecamatan Rubaru Dijadikan Pilot Project Pengembangan Kawasan Agropolitan Jatim 2011

News Room, Rabu (27/04) Wilayah Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, dijadikan Pilot Project dalam pengembangan kawasan Agropolitan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tahun 2011. Sekretaris Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Abd. Rahman Riady menjelaskan, pemilihan Kecamatan Rubaru itu, karena dinilai lebih siap dibandingkan 26 kecamatan lainnya, apalagi lokasi tersebut merupakan sentra tanaman holtikultura. “Struktur Sumber Daya Alam (SDA) di Rubaru sangat bagus untuk ditingkatkan. Jadi, Kecamatan Rubaru itu sudah pantas menjadi Pilot Project pengembangan kawasan Agropolitan,” kata Rahman Riady, ketika ditemui diruang kerjanya Disperta Sumenep, Rabu (27/4/2011). Pemilihan kawasan Agropolitan itu, kata Rahman Riady, ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, dengan mengembangkan hasil alam, seperti halnya bawang merah. “Luas areal lahan yang ditanami bawang merah di Kecamatan Rubaru itu 243 hektar, dengan produktivitas 19,2 kwintal/hektarnya. Dengan produktivitas dan letak lokasi yang berdekatan dengan Kecamatan Kota, kami akan mencoba nantinya dengan mengolah menjadi bawang goreng,” ujarnya. Rahman Riady bersyukur, Sumenep dipilih oleh Pemprov Jatim untuk pengembangan Kawasan Agropolitan tahun 2011, setelah Kabupaten Bojonegoro, Lumajang dan Sampang. “Tahun ini, Pemprov Jatim memang mengalokasikan kawasan Agropolitan bagi 4 kabupaten. Alhamdulillah, Sumenep termasuk didalamnya,” terangnya menambahkan. Rahman Riady juga mengungkapkan, sebagai langkah awal, Pemprov Jatim telah melakukan sosialisasi mengenai program pengembangan kawasan Agropolitan di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumenep, Rabu (27/4). “Sosialisasi tersebut, dilakukan langsung oleh tim Agropolitan Disperta Provinsi Jatim. Kami di daerah hanya mefasilitasi saja, karena semua anggarannya nanti ditentukan oleh Pemprov Jatim,” ungkapnya. Adapun tim Agropolitan Disperta Pemprov Jatim yang melakukan sosialisasi pengembangan kawasan Agropolitan itu, yakni Ir. Sri Widarti, Ir. Ach Nur Hamip dan Ir Ida Sulistyowati.(Nita, y02k)